Karena Mourinho, Stadion Klub Rusia Ditutup

Rusia Premier League menutup stadion yang merupakan kandang dari Rostov. Pihak Liga Premier Rusia ingin tak ada lagi kondisi rumput lapangan buruk ketika kedatangan tim-tim luar negeri.

Sebelum ini Manchester Unted harus melawat ke kandang Rostov pada leg pertama babak 16 besar Liga Europa. Pelatih United, Jose Mourinho, melancarkan kritik yang menyebut markas Rostov tak pantas dipakai.

Dilansir oleh AFP, Liga Premier Rusia mengatakan hari Rabu (15/3) melarang laga digelar di stadion Olimp 2 serta di Central Stadium di Kazan hingga lapangan itu memenuhi standar.

Mourinho mencibir situasi lapangan yang kering serta gundul (tanpa rumput) jelang duel Liga Europa melawan Rostov yang berkesudahan seri 1-1 pada Kamis pekan lalu.

“Amat sulit dipercaya kami bakal tampil di lapangan tersebut, apabila anda bisa menyebutnya lapangan,” kata Mourinho kala MU menyambangi markas Rostov.

Wakil Gubernur Rostov, Igor Guskov, membenarkan kondisi lapangan mereka buruk adanya. Dalam pandangan dia, hal tersebut diakibatkan salju yang turun pada musim semi memberi dampak negatif pada rumput.

“Sekarang tim teknis stadion tengah melakukan berbagai langkah yang diperlukan,” katanya.

Petinggi Liga Rusia menyatakan lapangan Rostov bakal diperiksa lagi pada 24 Maret jelang pertandingan selanjutnya menghadapi Krasnodar pada 31 Maret nanti. Lihat perkembangan kabar diatas, dengan cara kunjunggi tmc bears yang khusus mengabarkan berita bola terbaru

Ingin Main di UCL, Lukaku Tolek Kontrak Baru Dari Everton

Romelu Lukaku diberitakan menunda perpanjangan kontraknya bersama Everton. Hal tersebut dilakukan agar memiliki pilihan bergabung dengan klub yang mentas di Liga Champions.

Everton kabarnya telah coba menegosiasikan kontrak anyar itu dengan agen Lukaku, Mino Raiola. The Toffees ingin sang pemain mau menandatangani kontrak baru dengan masa yang panjang. Raiola telah menyebutkan jika Lukaku sudah “99,9% menyetujuinya.”

Namun pertemuan tersebut menemui kendala ketika berjumpa dengan Lukaku. Bomber 23 tahun tersebut belum ingin menandatangani kontrak untuk bermain di Goodison Park lebih lama. Paling tidak itulah yang diklaim media-media Inggris.

Terlepas dari tak kunjung ditemuinya jalan keluar terkait kontrak baru Lukaku, Everton masih berharap bekas ujung tombak Chelsea itu bisa memberikan solusi terbaik.

Lukaku memang acapkali mengatakan ingin tampil di Liga Champions. Keputusan Lukaku menunda perpanjangan kontrak disinyalir ialah supaya dia bisa menunggu jika ada tim papan atas Eropa yang bersedia merekrutnya.

Lukaku sendiri telah mengkoleksi 19 gol di musim ini. Hal itu membuat dia ada dalam jalur persaingan gelar top skorer. Semenjak berseragam Everton dari The Blues di tahun 2014, Lukaku adalah pemain Everton dengan jumlah gol paling banyak di Premier League dengan 62 gol.

Di lain sisi Chelsea masih ngarep memulangkan lagi Lukaku pada jendela transfer musim panas lalu.

Kubu Everton kabarnya baru akan menjual Lukaku jika ada peminat yang mau menyodorkan proposal senilai 89 juta poundsterling, yang merupakan rekor pemain termahal dunia milik Paul Pogba saat ini.

Conte Waspadai Penuh Paul Pogba

Antonio Conte akui timnya bakal mengawasi secara khusus pergerakan pemain tengah Manchester United, Paul Pogba. Manajer Chelsea itu menilai Pogba merupakan salah satu kunci kebangkitan MU musim ini.

Conte memang sangat familiar dengan sosok Pogba. pasalnya dialah yang mengembangkan talenta gelandang asal Prancis tersebut semenjak hijrah ke Juventus tahun 2002.

Tapi kali ini keduanya akan bertemu sebagai pihak yang bermusuhan. Conte mendarat ke Chelsea musim panas kemarin, sedangkan Pogba pulang ke Old Trafford menyandang predikat pemain termahal dunia.

“Kita bicara tentang seorang pemain yang luar biasa. Pemain yang selalu memperlihatkan kehebatannya di segala situasi,” kata Conte seperti dilansir Soccerway.

“Dirinya memiliki tehnik bagus, fisik kuat dan stamina hebat. Kami harus menjaga dia, apalagi ketika dia berada dalam kotak penalti lawan,” ujar Conte menambahkan.

Walau begitu Conta tak ingin hanya fokus pada satu pemain saja. Apalagi Setan Merah bakal memainkan tim terbaiknya untuk lolos ke empat besar Piala FA.

“Sudah pasti kami akan mewaspadai semua pemain MU, kami telah mempelajari performa mereka. Kami sadar Mu amat tangguh akhir-akhir ini,” ucap Conte.

Montella Impikan Melatih Klub Inggris

Sekarang ini kiprah kepelatihan Vincenzo Montella sedang meningkat. Apabila sudah betul-betul matang, Montella punya harapan untuk membesut klub-klub Premier League.

Montella sekarang menukangi AC Milan sejak awal musim ini, yang merupakan klub kelima sepanjang kariernya. Awal karier manajerialnya berawal dari tim Roma U-15 pada 2009 sebelum jadi caretaker pada 2011.

Kemudian Montella baru menjadi manajer tetap pada 2011 ketika dikontrak oleh Catania. Cuma satu musim di klub itu, Montella kemudian membesut Fiorentina pada 2012 sampai 2015.

Bersama La Viola, Montella lantas mulai mengangkat namanya dan mengantarkan klub itu bertarung di papan serta sempat melangkah hingga babak final Coppa Italia plus semifinal Liga Europa.

Namun sayang Montella kemudian didepak pada 2015 dan hijrah ke Sampdoria hingga ditunjuk Milan. Kendati belum meraih gelar, hal yang diperlihatkan di klub sebelumnya dan Milan saat ini membuatnya dipuji-puji sebagai salah satu manajer terbaik di Serie A saat ini.

Wajar saja apabila ada isu dirinya akan menyeberang ke Inggris. Montella pribadi tidak membantah peluang itu.

“Saya tidak menutup pintu rapat-rapat untuk melakukan itu (melatih di luar Italia), itu akan memperkaya diri sendiri,” ujar Montella seperti dikutip Football Italia.

“Sejumlah liga serta kota yang saya sukai di Eropa, contohnya London…,” sambungnya.

Inggris sendiri cukup familiar bagi Montella yang pernah bermain bersama Fulham di paruh kedua musim 2006/2007 dengan mencetak lima gol dari 14 penampilan.

Verratti Ingin Raih Trofi UCL Bersama PSG

Marco Verratti sudah menegaskan tekadnya untuk tetap bertahan di Paris Saint-Germain (PSG). Bersana PSG, gelandang tim nasional Italia tersebut ingin menjuarai Liga Champions.

Pada beberapa waktu belakangan Verratti dihubungkan dengan klub semacam Juventus, Inter Milan, Real Madrid, Chelsea, dan Manchester United. Dari rentetan, Bianconeri dan Nerazzurri diindikasikan menjadi yang paling berhasrat guna menggaet jasa pemain 23 tahun itu.

Sekarang rumor itu sudah tuntas. Bekas penggawa Pescara itu menyatakan sikapnya untuk terus bersama dengan Les Parisiens dan memburu trofi Liga Champions.

“Saya mau bertahan di PSG. Saya senang berada dalam proyek jangka panjang klub dan tak ada banyak klub di Eropa yang menetapkan proyek seperti ini. Saya punya target untuk memenangi Liga Champions bersama PSG,” kata Verratti kepada Stade 2 seperti dikutip Football Italia.

Lengkah si pemain ini sepertinya tak luput dari kehadiran Unai Emery. Manajer baru PSG musim ini selalu memberi motivasipada sang gelandang di tiap-tiap pertandingan.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Unai Emery lantaran dirinya selalu menyemangati saya untuk meningkatkan performa,” sambung pemain yang disebut-sebut sebagai titisan Andrea Pirlo.

“Sekarang ini saya bisa tampil tiga kali dalam sepekan tanpa merasa kelelahan. Pada sepakbola modern, faktor terpenting ialah kesiapan fisik,” tegas pria kelahiran 5 November 1992 itu.

Keinginan Verratti untuk memenangi Liga Champions bisa dimulai pada Kamis (9/3/2017) dinihari WIB. Mereka harus mampu pertahankan keunggulan agregat 0-4 pada pertemuan kedua 16 besar Liga Champions atas Barcelona di Camp Nou.

Inter Siap Tebus Strootman Dari Roma

Pemilik anyar Inter Milan, Suning Group telah melancarkan pendekatan pada pemain tengah AS Roma, Kevin Strootman. Eks penggawa PSV Eindhoven itu masih mempunyai kontrak sampai tahun 2018 bersama La Beneamata.

Dilaporkan oleh media Italia, La Gazzetta dello Sport, Suning Group melakukan negosiasi terselubung dengan klien agen Stootman di Giuseppe Meazza. Mereka menegosiasikan kans pemain internasional Belanda itu mendarat di Giuseppe Meazza.

Manajemen Inter pun siap membayar penuh klausul penjualan Strootman di angka 40 juta euro dari AS Roma. Gelandang berusia 27 tahun itu akan mendapatkan bayaran sampai 5 juta euro per musim.

Penampilan Strootman di musim ini menanjak kembali usai ia pulih total dari cedera lutut. Bahkan, dirinya jadi pemain tumpuan AS Roma sepanjang kompetisi Serie A musim ini.

Strootman telah tampil dalam 24 pertandingan di Serie A Italia, 20 di antaranya tampil full time. Dirinya juga telah mendulang dua gol.

Tak cuma itu, Strootman juga jadi salah seorang pemain paling kreatif Il Lupi. Dia tercatat telah mendulang 31 kans, tiga di antaranya sukses dikonversi menjadi gol.

Arsenal Jadi Penyebab Ozil Melempem

Penampilan Mesut Ozil disebut anjlok pada musim ini, dan sangat disoroti ketika Arsenal dilumat Bayern Munich. Namun justru Arsenal yang dianggap membuatnya terpuruk.

Sejauh musim ini bergulir pperforma Ozil memang gagal mengkilap. Walau dirinya telah mendulang sembilan gol, tetapi hingga kini baru delapan assist yang dibukukan dari 29 pertandingan di berbagai kompetisi.

Padahal kita tahu sendiri bahwa Ozil selalu terkenal sebagai kreator gol ulung. Musim lalu saja dirinya menyumbang 20 assist di 44 partai kompetitif yang dilalui.

Dalam 10 laga terakhir, Ozil bahkan cuma bikin satu gol dan dua assist. Kontribusi terakhir dari kakinya lahir ketika menghadapi Burnley pada 22 Januari lalu, sedangkan penampilannya saat Arsenal tumbang dengan skor 1-5 dari Bayern Munich dikritik lantaran dianggap ‘menghilang’.

Akan tetapi Ozil dapan pembelaan dari manajer bisnis tim nasional Jerman Oliver Bierhoff. Dia menyebut The Gunners membiarkan Ozil tampil tanpa dukungan cukup, sehingga nampak bermain buruk.

“Apabila saya menonton ke Ozil, yang disoroti dalam kekalahan 5-1 dari Bayern, pada laga itu tidak ada dukungan yang cukup untuk seorang pemain semacam dia, yang bergantung pada kualitas-kualitas permainannya. Tim sedikit membiarkannya terpuruk,” ujar Bierhoff kepada Sport Bild seperti dikutip Soccerway. Temukan berita bola terbaik yang banyak mengangkat kabar tentang Ozil, dengan cara membuka www.bookieweb.com

Ingin Juara, Madrid Dituntut Tak Terpeleset Lagi

Saat ini Real Madrid memegang kendali di kompetisi La Liga. Mereka sendiri yang akan menentukan apakah mampu juara liga atau tidak di akhir musim.

Los Blancos sempat disusul Barcelona pada pekan ke-24 ini yang meraih kemenangan 2-1 atas Atletico Madrid. Tapi selang beberapa jam Madrid kembali menyegel pucuk klasemen berkat kemenangan dramatis atas Villarreal.

Bertandang ke stadion El Madrigal, El Real yang lebih dulu ketinggalan dua gol akhirnya menundukkan tuan rumah dengan skor 3-2. Madrid menempati urutan tertinggi klasemen dengan 55 angka, unggul satu poin atas Barca di peringkat dua dan tiga angka atas Sevilla di urutan ketiga.

Dengan sisa satu pertandingan yang belum dijalani melawan Celta Vigo, Madrid bisa melebarkan gap menjadi empat angka bila memenanginya. Situasi tersebut tentu membuat Madrid lebih diuntungkan dalam persaingan gelar juara.

Ditambah lagi laga penting menghadapi Barca, Atletico Madrid, dan Sevilla bakal dilangsungkan di Santiago Bernabeu di paruh kedua musim. Maka dari itu Madrid pantangterpeleset di sisa musim lantaran nasib yang mereka tentukan sendiri.

“Barcelona menjalankan tugas mereka dengan baik ketika tandang ke tempat lawan yang sangat sulit dan menang,” ujar bek Madrid, Marcelo, seperti dikutip Soccerway.

“Namun nasib kami berada di tangan kami dan apabila kami memenangi seluruh pertandingan maka kami akan jadi juara,” sambungnya.

Sejauh ini Los Merengues masih menjadi pengkoleksi titel La Liga terbanyak yaitu 32 trofi tapi terakhir kali juara di musim 2011/2012.

Lavezzi Selalu Ingin Kembali ke Napoli

Ezequiel Lavezzi mengaku amat berhasrat kembali memperkuat Napoli, akan tetapi hasratnya tersebut tidak terpenuhi karena Aurelio De Laurentiis tak menginginkannya.

Lavezzi adalah tumpuan Napoli dari tahun 2007 hingga 2012. Selama memperkuat I Partenopei ia sukses menyumbangkan satu trofi Coppa Italia pada musim terakhirnya pada 2011-2012.

Dirinya lantas melanjutkan petualangannya di Prancis bersama Paris Saint-Germain. Di sana Lavezzi meraih banyak trofi, di antaranya empat gelar Ligue 1, dua Piala Liga Prancis.

Sekarang penyerang 31 tahun tersebut menjajal tantangan baru dengan bermain di Liga Super China bersama Hebei China Fortune. Tetapi hngga detik ini belum juga bikin gol.

Di tengah-tengah sepak terjang tersebut, Lavezzi mengaku selalu ingin kembali ke Napoli. Namun sayang harapan tersebut belum terealisasi karena bekas klubnya itu tak pernah lagi menghubungi.

“Saya meninggalkan banyak hal-hal luar biasa di Naples dan masih memiliki kenangan yang nyata di kota itu. Saya selalu berpikir bisa kembali ke Napoli, namun saya pikir presiden (De Laurentiis) tidak lagi menginginkan saya,” kata Lavezzi kepada Sky Sport.

“Apabila suatu saat nanti saya kembali ke Italia dan tidak dengan Napoli, itu berarti mereka tidak menginginkan saya kembali. Dulu, pernah ada kontak dengan klub lain, namun bukan Napoli yang memberikan,” tegasnya.

Malcom Tak Peduli Dilirik MU

Talenta belia Bordeaux, Malcom tak ingin mempedulikan tawaran dari raksasa Premier League, Manchester United (MU). Setan Merah berminat menggotongnya ke Old Trafford guna menggantikan peran yang ditinggalkan Memphis Depay.

Malcom adalah pemain muda bidikan United kelahiran Brasil. Walau usianya baru 19 tahun, ia telah dipercaya jadi kreator serangan Bordeaux.

Di musim ini Malcom menciptakan sebanyak 32 peluang di kotak penalti lawan. Hal tersebut membuat dia jadi pemain paling kreatif di bawah kepelatihan Jocelyn Gourvennec.

Dari 24 performa di Ligue 1, Malcom sudah mendulang empat gol serta memberikan dua assist. Bahkan akurassi passingnya terbilang baik yaitu mencapai 80 persen.

Kegesitannya dalam mengolah bola serta kecerdasan dalam membuat peluang membuat The Red Devils ingin mendaratkannya. Disamping MU, klub Inggris lain, Liverpool juga kabarnya siap merekrutnya.

“Jujur saja, saya tak mengetahui apapun tentang penawaran dari Liverpool dan MU,” kata Malcom singkat, dikutip dari Goal.

Malcom memilih untuk tidak memikirkan isu ketertarikan MU atau Liverpool. Dia lebih fokus meraih kesuksesan bersama Bourdeaux.

“Saya sih santai saja. Saya cuma memikirkan Bordeaux untuk saat ini. Saya ingin melakukan tugas saya dengan baik dan memberikan kebahagiaan untuk suporter di Prancis,” ucapnya.

“Saya bakal terus bekerja keras dan yang pasti harus rendah hati,” kata winger kelahiran Sao Paolo, Brasil itu mengakhiri.