Van Gaal Diincar Sebagai Direktur Teknik Belanda

Kelanjutan karier Louis van Gaal bersama Manchester United tidak berhenti dispekulasikan. Sekarang muncul rumor dirinya akan kembali bergabung di tim nasional Belanda.

Van Gaal berhasil membawa Belanda menjadi juara tiga pada turnamen Piala Dunia 2014 lalu sebelum menerima tawaran Setan Merah di tahun yang sama. Hampir dua tahun bertahan di Old Trafford, belum ada hasil signifikan yang ia berikan.

Usai membawa The Red Devils kembali ke pentas Liga Champions di tahun pertamanya, musim ini Van Gaal justru lebih kerap disorot. Penampilan yang angin-anginan serta monotonnya gaya di atas lapangan, membuat dirinya jadi sasaran kritik pedas.

Van Gaal pun cukup kerap diberitakan tidak akan lanjut melatih United musim depan. Dua calon terkuat pengganti dirinya di musim panas nanti adalah Ryan Giggs dan Jose Mourinho.

Akhir-akhir ini muncul rumor jika federasi sepakbola Belanda, KNVB, menginginkannya jadi direktur teknik untuk tim nasional. Menurut kutipan oleh media asal Inggris, The Independent, KNVB menginginkan eks pelatih Barcelona dan Bayern ini membangun ulang De Oranje pasca gagal lolos ke Piala Eropa 2016 Prancis.

Namun Van Gaal belum ingin mengomentari kabar itu. “Sekarang ini saya masih seorang pelatih Manchester United,” ujarnya seperti dilansir The Independent.

KNVB sedang melakukan evaluasi titik lemah yang dipunyai tim nasional mereka, termasuk minimnya pemain kreatif yang memaksa Van Gaal menurunkan formasi 3-5-2 pada Piala Dunia 2014.

Van Gaal sendiri masih memiliki kontrak di Old Trafford sampai 2016/2017. Rencana awal sang manajer sempat diutarakan, dimana dirinya bakal pensiun begitu kontraknya dengan MU tuntas.

Prediksi Manchester United vs Everton 03 April 2016

Pada Laga lanjutan Liga Inggris, pekan ke-32 tersaji pertandingan antara Manchester United melawan Everton yang rencana akan dilangsungkan di Old Trafford Stadion, Markas kebanggaan Manchester United. Pertandingan kali ini akan berjalan cukup ketat, seru dan menarik siap tersaji saat kedua kesebelasan bertemu. Sejumlah prediksi dunia memprediksi bahwa Manchester United akan menang tipis melawan Everton. Pertandingan ini akan menentukkan bagi Manchester United. Jika menang, MU akan naik ke posisi tiga besar.

Berikut ini kami sajikan uraian dan analisa pertandingan antara Manchester United melawan Everton, adalah sebagai berikut :

Manchester United

Team asuhan Louis Van Gaal harus mewaspadai kekuatan dari Everton yang siap memberikan kejutan buat Tuan Rumah, pada akhir pekan nanti. Pertandingan ini sangat menentukkan untuk bisa lolos ke Liga Champions atau tidak. Team Manchester United diwajibkan menang untuk menjaga peluang besar lolos ke Liga Champions. Kami memprediksi bahwa Louis Van Gaal akan berupaya mengendalikan pertandingan dengan menguasai ball possession. Serangan lewat sisi kiri dan sisi kanan lapangan akan siap dilakukan oleh Manchester United. MU akan mengandalkan kecepatan para gelandang. Gelandang yang akan diturunkan, adalah Juan Mata, Jesse Linnggard atau Anthony Martial siap menjadi tumpuan dan performa Rashford juga menarik untuk dinantikkan pada pekan ke-32 nanti.

Everton

Pada akhir pekan ini, Everton akan siap memberikan kejutan kepada team asuhan Louis Van Gaal. Kualitas team asuhan Roberto Martinez tidak boleh dipandang sebelah mata. Hanya saja, permasalahaan pada lini pertahanan yang masih belum dapat terselesaikan. Keberhasilan menembus babak semifinal Piala FA musim ini tentu menjadi suntikan positif bagi para pemain Everton sehingga membuat mereka kesuiltan beranjak dari peringkat 12 klasemen sementara.

Roberto Martinez masih mengandalkan pengalaman gelandang kreatif seperti Aaron Lennon dan Tom Cleverley. Lini tengah ini untuk mengatasi serangan balik yang berbahaya tentu masih perlu diantisipasi para pemain lawan. Sedangkan Lukaku menjadi sosok yang paling berbahaya bagi Manchester United jika mendpat ruang gerak leluasa di dalam kotak penalty Manchester United.

Berikut ini prediksi pertandingan antara Manchester United melawan Everton, adalah sebagai berikut :

Head to Head Manchester United vs Everton
17 Okt 2015 Everton 0-3 Manchester United
26 Apr 2015 Everton 3-0 Manchester United
05 Okt 2014 Manchester United 2-1 Everton
20 Apr 2014 Everton 2-0 Manchester United
05 Des 2013 Manchester United 0-1 Everton

Lima pertandingan terakhir Manchester United
20 Mar 2016 Manchester City 0-1 Manchester United
18 Mar 2016 Manchester United 1-1 Liverpool
13 Mar 2016 Manchester United 1-1 West Ham United
11 Mar 2016 Liverpool 2-0 Manchester United
06 Mar 2016 WBA 1-0 Manchester United
Lima pertandingan terakhir Everton
19 Mar 2016 Everton 0-2 Arsenal
13 Mar 2016 Everton 2-0 Chelsea
05 Mar 2016 Everton 2-3 West Ham United
02 Mar 2016 Aston Villa 1-3 Everton
21 Feb 2016 Bournemouth 0-2 Everton

Berikut ini kami prediksikan Susunan pemain antara Manchester United melawan Everton, adalah sebagai berikut :

Manchester United
De Gea, Darmian, Rojo, Smalling, Carrick, Mata, Schneiderlin, Blind, Jesse Linggard, Martial, Rashford

Everton
Joel Robles, Jagielka, Baines, Coleman, Besic, Ramiro Funes Mori, Lennon, McCarthy, Clevery, Barkley, Lukaku

Prosentase Penguasaan Bola antara Manchester United melawan Everton, adalah sebagai berikut :
Manchester United vs Everton = 55% : 45%

Prediksi Skor pertandingan antara Pada Laga lanjutan Liga Inggris, pekan ke-32 tersaji pertandingan antara Manchester United melawan Everton yang rencana akan dilangsungkan di Old Trafford Stadion, Markas kebanggaan Manchester United. Pertandingan kali ini akan berjalan cukup ketat, seru dan menarik siap tersaji saat kedua kesebelasan bertemu. Sejumlah prediksi dunia memprediksi bahwa Manchester United akan menang tipis melawan Everton. Pertandingan ini akan menentukkan bagi Manchester United. Jika menang, MU akan naik ke posisi tiga besar.

Berikut ini kami sajikan uraian dan analisa pertandingan antara Manchester United melawan Everton, adalah sebagai berikut :

Manchester United

Team asuhan Louis Van Gaal harus mewaspadai kekuatan dari Everton yang siap memberikan kejutan buat Tuan Rumah, pada akhir pekan nanti. Pertandingan ini sangat menentukkan untuk bisa lolos ke Liga Champions atau tidak. Team Manchester United diwajibkan menang untuk menjaga peluang besar lolos ke Liga Champions. Kami memprediksi bahwa Louis Van Gaal akan berupaya mengendalikan pertandingan dengan menguasai ball possession. Serangan lewat sisi kiri dan sisi kanan lapangan akan siap dilakukan oleh Manchester United. MU akan mengandalkan kecepatan para gelandang. Gelandang yang akan diturunkan, adalah Juan Mata, Jesse Linnggard atau Anthony Martial siap menjadi tumpuan dan performa Rashford juga menarik untuk dinantikkan pada pekan ke-32 nanti.

Everton

Pada akhir pekan ini, Everton akan siap memberikan kejutan kepada team asuhan Louis Van Gaal. Kualitas team asuhan Roberto Martinez tidak boleh dipandang sebelah mata. Hanya saja, permasalahaan pada lini pertahanan yang masih belum dapat terselesaikan. Keberhasilan menembus babak semifinal Piala FA musim ini tentu menjadi suntikan positif bagi para pemain Everton sehingga membuat mereka kesuiltan beranjak dari peringkat 12 klasemen sementara.

Roberto Martinez masih mengandalkan pengalaman gelandang kreatif seperti Aaron Lennon dan Tom Cleverley. Lini tengah ini untuk mengatasi serangan balik yang berbahaya tentu masih perlu diantisipasi para pemain lawan. Sedangkan Lukaku menjadi sosok yang paling berbahaya bagi Manchester United jika mendpat ruang gerak leluasa di dalam kotak penalty Manchester United.

Berikut ini prediksi pertandingan antara Manchester United melawan Everton, adalah sebagai berikut :

Head to Head Manchester United vs Everton
17 Okt 2015 Everton 0-3 Manchester United
26 Apr 2015 Everton 3-0 Manchester United
05 Okt 2014 Manchester United 2-1 Everton
20 Apr 2014 Everton 2-0 Manchester United
05 Des 2013 Manchester United 0-1 Everton

Lima pertandingan terakhir Manchester United
20 Mar 2016 Manchester City 0-1 Manchester United
18 Mar 2016 Manchester United 1-1 Liverpool
13 Mar 2016 Manchester United 1-1 West Ham United
11 Mar 2016 Liverpool 2-0 Manchester United
06 Mar 2016 WBA 1-0 Manchester United
Lima pertandingan terakhir Everton
19 Mar 2016 Everton 0-2 Arsenal
13 Mar 2016 Everton 2-0 Chelsea
05 Mar 2016 Everton 2-3 West Ham United
02 Mar 2016 Aston Villa 1-3 Everton
21 Feb 2016 Bournemouth 0-2 Everton

Berikut ini kami prediksikan Susunan pemain antara Manchester United melawan Everton, adalah sebagai berikut :

Manchester United
De Gea, Darmian, Rojo, Smalling, Carrick, Mata, Schneiderlin, Blind, Jesse Linggard, Martial, Rashford

Everton
Joel Robles, Jagielka, Baines, Coleman, Besic, Ramiro Funes Mori, Lennon, McCarthy, Clevery, Barkley, Lukaku

Prosentase Penguasaan Bola antara Manchester United melawan Everton, adalah sebagai berikut :
Manchester United vs Everton = 55% : 45%

Prediksi Skor pertandingan antara Manchester United melawan Everton, adalah sebagai berikut :
Manchester United vs Everton = 3-2, adalah sebagai berikut :
Manchester United vs Everton = 3-2

Messi Menggenapkan Koleksi Golnya Di Gawang Bolivia

Lionel Messi menjadi andil dalam kemenangan Argentina atas Bolivia 2-0. Satu gol yang dicetak Messi semakin menyempurnakan koleksi golnya bersama timnas Argentina menjadi 50 gol.

Melakukan pertandingan lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2018, Argentina berhadapan dengan Bolivia di kandangnya sendiri, Stadion Mario Kempes, Rabu (30/3/2016) pagi WIB. Tim tuan rumah tampak mendominasi di sepanjang pertandingan sebelum akhirnya membuahkan gol pertamanya di menit ke-20 dari gol Gabriel Mercado.

Setelah 10 menit berlalu dari gol pertama, Messi kembali menambah keunggulan skor menjadi 2-0 dari tendangan penalti. Wasit memberikan tendangan titik putih kepada Argentina dari pelanggaran yang dilakukan oleh Ronald Eguino kepada Ever Banega di area kotak penalti.
Hadir sebagai penendang penalti, Lionel Messi pun melepaskan tendangan kaki kiri yang arahnya masih terbaca oleh kiper Carlos Lampe. Namun karena laju bola yang sangat kencang, bola pun tidak dapat dihalau kiper hingga sukses bersarang di gawang Carlos Lampe.

Berdasarkan catatan ESPN, gol tersebut merupakan gol ke-50 Messi dalam 107 penampilan bersama Argentina sejak tahun 2005. Pemain terbaik dunia yang sudah meraih lima gelar tersebut telah memperpendek jarak dengan topskorer sepanjang masa Gabriel Batistuta yang mengemas 56 gol.

Kemenangan ini membuat Argentina melangkah naik ke peringkat ketiga klasemen zona CONMEBOL dengan mengkoleksi 11 poin dari enam pertandingan. Argentina masih tertinggal dua angka dari Ekuador dan Uruguay yang berada di peringkat kedua teratas.

“Perjalanan kami masih amat jauh, yang terpenting adalah kami harus selalu memenangkan pertandingan namun tetap berada di jalur yang tepat,” ujar Messi yang dikutip Reuters.

“Gol ke-50 ini membuat saya senang karena gol tersebut juga menambahkan keunggulan kami di pertandingan tersebut. Kemenangan ini akan terus membuat kami lebih berkembang nantinya,” tandasnya.

La Nyalla Mattalitti Buron, PSSI Masih Bungkam Soal KLB

Pada pekan ini, ada iisue yang memberitakan bahwa terjadi kasus dugaan korupsi yang melibatkan La Nyalla Mattalitti. Meski mengedepankan asas praduga tak bersalah, namun Ketua PSSI diminta rela untuk melepas sendiri Jabatan Ketua PSSI. Berdasarkan informasi dari para media, memberitakan bahwa La Nyalla Mattalitti ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penyalahgunaan dana hibah dari Pemrov Jatim pada tahun 2012 sebesar 5,3 Milliar rupiah.

Meski masih belum resmi sebagai terdakwa, menurut pengamat ssepak bola, Sumohad mengatakan bahwa sejatinya pemimpin olahraga harus mencerminkan sikap sportivitas dan tidak tercela di mata hukum. Kita harus menghargai proses hukum praperadilan yang diajukan oleh La Nyalla Mattalitti. Tapi, kalau ditolak, saya rasa sudah sepantasnya beliau legowo melepaskan jabatannya di olahraga.

Pengamaat sepak bola, Sumohadi mengatakan bahwa meski belum tentu bersalah, namun pemimpin olahraga harus menjadi cermin jiwa sportif. Dia harus legowo melepaskan jabatannya demi menjunjung tinggi prinsip olahraga. Secara organisasi, PSSI meski statusnya masih dibekukan oleh Kemenpora harus menentukan sikap yang jelas terhadap kasus yang menyangkut La Nyalla sebagai ketua. Posisinya saat ini serba membingungkan. Di satu sisi status PSSI masih dibekukan Kemenpora, jadi apapun kegiatannya tidak diakui pemerintah. Tapi, di sisi lain PSSI harus mempunyai rencana jika sanksi dicabut. Idealnya harus ada ketua baru untuk memimpin induk organisasi sepak bola Tanah Air.

Pergantian ketua umum PSSI sejatinya harus melalui Kongres Luar Biasa (KLB) yang melibatkan seluruh anggotanya (klub dan Asprov PSSI). Namun, hingga kini para pejabat PSSI memilih bungkam dan tetap mendukung La Nyalla Mattalitti sebagai Ketua PSSI. Setelah ditetapkan sebagai tersangka, La Nyalla Mattalitti mangkir dari sidang pengadilan. Bahkan, mantan Ketua Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia (KPSI) itu pun ditetapkan sebagai buronan karena bertolak ke luar negeri.

Sumohadi mengatakan bahwa kita hargai asas praduga tak bersalah bagi setiap warga negara. Tapi, di dalam olahraga berbeda. Setiap orang yang tersangkut proses hukum meski belum tentu bersalah, harus sportif menanggalkan jabatannya dulu demi menjunjung nilai-nilai olahraga. Suportivitas harus dijunjung tinggi

Peringatan Ryan Giggs Untuk Manajer Baru MU

Assisten Pelatih Manchester United, Ryan Giggs mengatakan dengan tegas bahwa tradisi dan filosofi Manchester United untuk selalu menyalurkan pemain binaan sendiri menembus team inti. Pada musim ini, Manchester United melewati musim yang tidak memuaskan. Pada musim ini, Manchester United sudah tersingkir dari kompetisi Eropa.

Pada musim ini, Pelatih Manchester United, Louis Van Gaal sudah menurunkan sejumlah pemain akademi di tim inti, salah satunya penyerang Marcus Rashford. Penyerang satu ini berhasil memukau publik stadion dengan kemampuan yang hebat. Assisten Pelatih Manchester United, Ryan Giggs mengatakan bahwa jika pada akhirnya Louis Van Gaal benar-benar digeser, maka Pelatih Manchester United berikutnya harus tetap berpegang teguh pada kebiasaan klub untuk mempromosikan pemain dari akademi sendiri. Saya pikir itu akan senantiasa menjadi bagian dari filosofi klub. Itu merupakan bagian dari sejarah. Itulah yang menjadi pembeda dengan klub-klub lain.

Ryan Giggs menambahkan bahwa kami bisa saja merekrut pemain-pemain kelas dunia dari berbagai penjuru dunia, tetapi kami juga ingin salah satu dari kami sendiri tampil di Lapangan Old Trafford. Kami membutuhkan pemain-pemain dari akademi. Itu merupakan bagian masif dari sejarah United. Pemain muda didikan MU yang berhasil diorbitkan oleh Louis Van Gaal, adalah, Taylor Blackett, Cameron Borthwick-Jackson, Timothy Fosu-Mensah.

Louis Van Gaal telat dalam bertindak pada awal musim. Semustinya dia langsung mengambil anak didik di Manchester United untuk diorbitkan menjadi Penyerang. Kalau tidak telat, maka lain beda cerita.

Kekhawatiran Ryan Giggs cukup beralasan. Karena sosok Jose Mourinho justru lebih suka mendatangkan pemain yang sudah berpengalaman. Jose Mourinho dicap sebagai pelatih yang tidak percaya kepada kualitas pemain muda. Kualitas pemain muda tidak cukup kuat bermain di Liga Inggris. Tetapi buktinya, Tottenham Hotspurs sukses dengan pemain muda. Jika tidak bisa melakukan tradisi yang sudah ada, maka bersiap-siaplah akan ada komentar-komentar pedas dari Para Legenda Manchester United. Dan bersiap-siaplah akaan menjadi bahan pembicaraan media.

Apakah tradisi ini akan dilanjutkan oleh Pelatih Manchester United yang baru?

Diminta Pindah ke MU, Ini Komentar Lukaku

Tersiar kabar yang merupakan salah seorang pemain sepakbola bernama Romelu Lukaku kembali diberitakan dan memberi isyarat untuk keluar dari Everton pada tahun depan. Dirinya berkeinginan supaya klub selanjutnya yang akan bergabung degan dirinya adalah merupakan salah satu peserta dari Liga Champions.

“Usia saya akan bertambah menjadi 23 tahun pada waktu setelah tahun ini yaitu pada tahun mendatang. maka, sangat baik apabila dapat bermain di Liga Champions pada tahun depan,” ucap pria yang bernama lengkap Romemelu Lukaku.

Disamping itu Antonio Conte Dipercayai akan berhasil di Chelsea, Romelu Lukaku telah memperoleh izin Sang Ayah untuk Meninggalkan Everton The Reds. Semakin serius Memboyong penyerang River Plate yang saat itu belum diketahui dengan pasti dari sejumlah, klub beruntung mana yang berhak untuk makai jasa Romelu Lukaku. Dirinya hanya memberitahukan atas apa yang ia harapkan tersebut sedang diatur oleh agennya.

Namun demikian, dari sederet informasi yang menyebutkan bahwa romelu Lukaku akan segera keluar dan pindah ke Bayern Muenchen atau The Red Devils. Hal tersebut belum lama diketahui yang bersumber pada keterangan dari ayahnya sendiri.

“Hal tersebut bersumber dari pola fikir ayah saya saja. Kedua-duanya yaitu Muenchen dan juga Manchester United merupakan tim yang dirinya suka. Akan tetapi, akan lebih terlihat baik juga bila dapat mengetahui hal semacam itu.dalam arti, diri anda seperti sedang diperhatikan oleh orang lain. Tentu saja, saya pun mempunyai agen yang telah bekerja dalam mengatur sejumlah kesepakatan tersebut,” ungkap Romelu Lukaku yang menjawab berdarnya kabar tersebut.

“Yang saya inginkan adalah diri saya menjadi seorang pemain yang baik, senantiasa membantu kawan atau teman satu tim untuk memperoleh gelar juara pada saat pertandingan dan memasukkan lebih banyak lagi gol,” lanjutnya menutup.

Beppe Marotta: Pogba akan bertahan di Juventus

Pihak Manajemen Juventus mengklaim bahwa Paul Pogba tidak mempunyai keinginan untuk meninggalkan Juventus. Kemungkinan besar Paul Pogba tetap bertahan di Juventus sangat besar. Setiap mendekati bursa transfer, nama Paul Pogba tidak pernah luput dari spekulasi-spekulasi mengenai hengkangnya Paul Pogba. Kontrak Paul Pogba yang akan berakhir pada tahun 2019 bersama Juventus tidak akan menghentikan rumor yang mengaitkan Paul Pogba akan bergabung denga PSG, Manchester City dan Barcelona. Jika ingin bertahan di Juventus, Paul Pogba harus menahan godaan yang datang dari Manchester City. Manchester City akan menawarkan gaji 3 kali lipat dari Juventus dan Bonus yang besar. Kebanyakkan pemain muda akan tergoda apabila ditawarkan penawaran yang sangat menakjubkan.

Direktur Utama Juventus, Beppe Marotta memberitakan bahwa klubnya pernah menolak tawaran penting untuk Paul Pogba. Untuk musim mendatang, Direktur Juventus, Beppe Marotta mengatakan bahwa Pogba akan tetap bertahan di Juventus dan akan kami perpanjang kontrak jangka panjang agar menjaaga dari rayuan Klub-klub yang berminat pada Paul Pogab. Berdasarkan informasi yang dilansir oleh ESPN, Direktur Utama Juventus, Beppe Marotta mengatakan bahwa Paul Pogba adalah pemain Juventus dan masih mempunyai kontrak bersama dengan kami. Dia akan menghormati kontrak yang sudah ditandatangani. Semua persyaratan ada untuknya pada tahun-tahun mendatang. Di juga memberitahu kepada kami soal keinginannya tetap bertahan di sini. Semua persyaratan ada untuknya tetap bersama Juventus pada tahun-tahun mendatang.

Dirrektur Utama Juventus, Beppe Marotta mengatakan bahwa seragam Juventus merupakan sesuatu yang anda hormati sampai akhir nanti. Ini bukan kesimpulan awal bahwa dia akan bertahan di Juventus, karena tidak ada jaminan dalam sepakbola, tapi sangat mungkin dia akan tetap di sini. Sekali sudah memakai seragam ini, maka dia hrau smneghormati kontrak yang sudah ditandatangani.

Pada musim ini, Paul Pogba masih menjadi andalan Juventus dalam mempertahankan Gelar Liga Italia, Seri A dan Coppa Italia. Pada musim ini juga, Paul Pogba sudah mencetak delapan gol di semua kompetisi. Paul Pogba merupakan pengatur serangan yang bagus. Dia sangat cepat dalam pergerakan dan lihai melihat peluang yang ada. Sayang langkah Paul Pogba di Liga Champions dihentikkan oleh Bayern Munich.

Kontraknya Habis Dengan Juventus, Morata Berpeluang Kembali Ke Madrid

Alvaro Morata, pemain Juventus ini kabarnya akan pindah ke salah satu tim raksasa Spanyol, Real Madrid, pada musim depan. Meskipun hal tersebut masih belum dipastikan, namun Morata sendiri tidak akan menutup dirinya jika Madrid menariknya kembali.

Striker Juventus yang berusia 23 tahun ini sebenarnya masih diambang pertanyaan mengenai kariernya di musim mendatang. Dengan begitu, kemungkinan akan kariernya untuk kembali ke Real Madrid masih berpeluang besar.
Morata adalah mantan pemain Madrid dari tahun 2010 sampai 2014. Ia memilih untuk pindah ke tim Italia, Juventus dikarenakan ia tidak memperoleh tempat di Santiago Bernabeu. Selama empat tahun kariernya di Real Madrid, ia hanya berhasil tampil sebanyak 37 kali dan menyumbangkan sepuluh gol untuk Madrid. Ia juga meraih beberapa prestasi saat bersama dengan Madrid, yakni juara La Liga, Copa del Rey, dan juga Supercopa de Espana.

“Saya pastinya ingin tahu harus kemana karier saya di tahun berikutnya. Dengan begitu saya juga bisa membeli rumah di tempat yang menjadi karier saya. Masa depan saya tidaklah tergantung dari diri saya sendiri, namun juga ada faktor-faktor lain yang paling mendukung. Dan saya akan memilih yang terbaik,” kata Morata yang dilansir Soccerway.

“Saya masih tidak tahu mengenai masa depan saya dan akan belabuh di klub seperti apa. Walaupun saat ini saya masih terikat kontrak dengan Juventus. Saya bahagia di Juventus, namun jika musim depan saya harus kembali ke Madrid, maka tidak menutup kemungkinan hal tersebut bisa saja terjadi. Yang penting saat ini saya harus menyelesaikan tugas yang jadi tanggung jawab saya dengan baik, sehingga saya akan siap dengan kontrak baru saya ,” tandas Morata.

Ancelotti Layak Tangani Bayern Munich

Musim depan, Pep Guardiola, pelatih Bayern Muchen akan meninggalkan klubnya dan melatih Manchester City, namun ternyata hal tersebut, tidak sepenuhnya mendapat tanggapan negative dari public Bayern Munich. Dan malah menimbulkan reaksi berbeda, reaksi tersebut datang untuk menyorot calon pengganti Pep, Carlo Ancelotti.

Luca Toni, mantan penyerang The Bavarians tersebut mempercayai jika sosok Carlo Ancelotti merupakan sosok pelatih yang sempurna. Tak hanya itu, mantan pelatih Real Madrid tersebut mendapat pujian dari Toni, terkait sikap profesionalisme-nya.

Pep Guardiola akan digantikan oleh Don Carlo untuk menjadi pemimpin armada Allianz Arena di akhir musim 2015-2016, merupakan sebuah hal yang dirasa sangat pantas dengan perjalanan yang telah dilalui oleh pria berusia 56 tahun tersebut, melalui segudang pengalamannya dalam melatih sejumlah tim elit Eropa selama ini.

“Dia telah meraih gelar di Italia, Spanyol, Inggris dan juga Prancis, Ancelotti adalah seorang pemenang.” Tutur Toni pada Velona Bild.

“Dia merupakan sosok yang memiliki sikap profesional, dan dia juga sangat ramah kepada setiap orang, pemain, kolega dan juga para wartawan. Banyak pemain yang saya temui selalu membicarakan tentang Ancelotti, untuk dirinya tidak pernah ada kalimat selain pujian, bahkan mereka yang tidak selalu berkesempatan bermain. Dan untuk Bayern, dia merupakan pelatih yang sangat sempurna.” Papar mantan bomber Fiorentina itu.

Meski begitu, Toni juga telah menyadari jika tugas berat telah menanti Ancelotti agar dapat melampaui pendahulunya di Bayern. Sejak kedatangan Guardiola di Bayern, dirinya telah membawa Bayern untuk back-to-back meraih gelar Bundesliga, dan menempati posisi untuk meraih tiga gelar secara beruntun.

“Ancelotti, pasti akan mengalami kesulitan dalam meningkatkan prestasi tim yang telah berada pada tingkat yang sangat tinggi, ketika diasuh Guardiola.” Pungkas penyeran Hellas Verona tersebut.