Panasnya Rivalitas Argentina vs Chile

Duel seru akan tersaji di laga penyisihan Grup D Copa America Centenario 2016 yang mana Argentina bakal menghadapi juara bertahan Chile di Levi’s Stadium, Santa Clara, Selasa pagi WIB, 7 Juni 2016.

Ajang balas dendam menyelimuti pertandingan ini. Sebabnya, ini adalah laga ulangan final Copa America, tahun lalu. Ketika itu La Roja sukses mengatasi perlawanan Albiceleste untuk menjadi juara.

Dengan sejumlah pemain bintang yang dipunya, Argentina sejatinya lebih difavoritkan jelang pertarungan di Estadio Nacional, Santiago, 4 Juli 2015. Akan tetapi Chile bisa memaksimalkan keuntungan sebagai tuan rumah.

Skor seri tanpa gol bertahan sampai perpanjangan tambahan. Chile akhirnya berhasil keluar sebagai kampiun setelah menang dengan skor 4-1 melalui adu penalti.

Itu merupakan trofi internasional perdana untuk Chile. Sedangkan Argentina harus menunggu gelar lebih lama lagi sejak kali terakhir juara tahun 1993.

Dicatatkan oleh 11v11.com, Argentina amat digdaya bila menilik pertemuan dengan Chile. Dari 87 kali bersua, Tim Tanggo unggul dengan 58 kemenangan, 22 imbang dan sisanya dimenangkan Chile.

Berikut INi 10 pertemuan terakhir Argentina vs Chile:

24 Maret 2016: Chile 1-2 Argentina (Kualifikasi Piala Dunia)
4 Juli 2015: Chile 0-0 (4-1 penalti) Argentina (Copa America)
16 Oktober 2012: Chile 1-2 Argentina (Kualifikasi Piala Dunia)
7 Oktober 2011: Argentina 4-1 Chile (Kualifikasi Piala Dunia)
15 Oktober 2008: Chile 1-0 Argentina (Kualifikasi Piala Dunia)
13 Oktober 2007: Argentina 2-0 Chile (Kualifikasi Piala Dunia)
19 April 2007: Argentina 0-0 Chile (Persahabatan)
13 Oktober 2004: Chile 0-0 Argentina (Kualifikasi Piala Dunia)
6 September 2003: Argentina 2-2 Chile (Kualifikasi Piala Dunia)
15 November 2000: Chile 0-2 Argentina (Kualifikasi Piala Dunia)

Pemain Dortmund Tak Kaget Gundogan Pergi

Kepergian Ilkay Gundogan dari Borussia Dortmund ke Manchester City rupanya tak membuat rekan-rekan satu tim terkejut. Mereka sudah lama tahu apa yang menjadi keinginan Gundogan.

Usai lima musim berseragam Dortmund, Guendogan hijrah ke City dengan banderol transfer yang kabarnya mencapai angka 21 juta poundsterling (sekitar Rp 414 miliar). Dia sudah teken kontrak dengan jangka waktu empat musim bersama The Citizens.

Mats Hummels, yang belakangan ini juga hengkang dari Signal Iduna Park untuk menyeberang ke Bayern Munich turut senang karena kompatriotnya telah mendapat yang ia inginkan.

“Kami semua telah mengetahuinya dalam waktu yang sangat lama jika dia menginginkan hal ini,” ucap Hummels seperti dikutip Soccerway.

“Saya turut gembira untuknya karena kini hal itu telah menjadi nyata. Maka saya harap dia membuat keputusan bagus dan khususnya dia bisa segera fit,” tambahnya.

“Karena apabila anda tak fit, anda akan percuma saja di sana, anda tidak mungkin bermain,” kata Hummels.

Hal yang sama juga diutarakan oleh pemain Dortmund, Julian Weigl. Weigl juga meyakini timnya tidak akan terguncang selepas kepergian Guendogan.

“Tentu dia merupakan salah satu anggota tim yang penting. Saya bermain cukup baik ketika dia bersama-sama dengan saya. Kami sangat cocok,” ujar Weigl.

“Maka tim kami juga merasa kehilangan. Akan tetapi kami tahu sudah lama jika ingin bermain di tim lain,” lanjutnya.

“Tiap orang memiliki keputusannya masing-masing dan dia menempuh jalan tersebut. Saya pikir Dortmund sudah sangat siap,” kata Weigl.

Benzema Ikut Cibir Keputusan Deschamps

Karim Benzema kesal karena dia tidak masuk dalam skuat Prancis untuk Piala Eropa 2016. Dirinya kemudian mencibir keras sang manajer, Didier Deschamps.

Bukan tanpa alasan penyerang Real madrid ini tidak dibawa. Federasi Sepakbola Prancis (FFF) memutuskan untuk mencoret Benzema lantaran masih dalam tahap penyelidikan terkait dugaan pemerasan terhadap rekan setimnya di timnas, Mathieu Valbuena. FFF mengaku ini adalah keputusan sulit.

Akan tetapi Benzema berpikir jika ada alasan politis di balik itu semua. Dirinya menyebut keputusan Deschamps tak memasukkannya ke dalam skuat terkait dengan asal-usulnya yang memiliki darah Aljazair.

“Dia telah tunduk pada tekanan dari kubu rasialis Prancis,” ujar Benzema kepada media yang berbasis di Madrid, Marca.

“Dia mengetahui jika di Prancis, partai ekstremis sudah mencapai babak kedua dalam dua pemilu terakhir.”

Benzema juga tidak habis pikir kenapa dirinya dicoret karena kasus hukum. Sebabnya, sejauh penyelidikan berlangsung dirinya belum dinyatakan bersalah.

“Dari segi hukum, saya belum dinyatakan bersalah. Saya tidak bersalah. Maka kita harus mennunggu bagaimana keputusan hukumnya.”

“Saya mencintai dunia ini dan gembira dengan tim,” kata Benzema.

Sebelumnya, legenda timnas Prancis, Eric Cantona, juga mengkritik Deschamps lantaran tak membawa Benzema dan Hatem Ben Arfa. Cantona merasa ini ada keterkaitan dengan asal-usul kedua pemain. Ben Arfa sendiri adalah keturunan imigran dari Tunisia.

Usai gagal bersinar di Liga Primer, Ben Arfa kembali naik daun bersama Nice di Ligue 1. Musim ini, Ben Arfa mengumpulkan 17 gol plus 6 assist dari 34 penampilan.