Klopp Peringatkan Liverpool Soal Bahaya Swansea

Jurgen Klopp mewanti-wanti timnya untuk tidak bersantai-santai melawan Swansea City. Kendati sang lawan ada di papan bawah, namun potensi ancamannya cukup besar.

Liverpool bakal melawat ke Liberty Stadium, Sabtu (1/10/2016) akhir pekan nanti pada lanjutan Liga Primer Inggris. Di atas kertas, Jordan Henderson cs. harusnya bisa pulang dengan poin sempurna.

Anak-anak Merseyside tengah berada dalam kepercayaan diri besar usai mencatatkan tiga kemenangan berturut-turut. Bahkan mereka tidak pernah kalah dalam enam laga di berbagai pentas.

Sebaliknya The Swans malah belum pernah menang di lima partai liga terakhir, kalah empat kali dan satu sisanya seri. Hasilnya pasukan armada Francesco Guidolin itu terperosok ke urutan 17 klasemen dengan baru mengkoleksi empat poin.

Walau begitu Klopp memiliki pandangan lain terhadap Swansea. Dia mengantisipasi adanya potensi ancaman dari tuan rumah, seperti yang diperlihatkan Swansea kala menahan imbang Chelsea 2-2.

“Musim ini kami memiliki banyak waktu untuk menganalisa semua lawan dengan layak, maka itu artinya kami tak cuma menonton pertandingan terakhir, kami memantau beberapa, malah hampir semua,” kata Klopp di situs resmi klub.

“Mereka tampil jauh lebih oke dari empat angka yang terlihat. Mereka merupakan tim yang memainkan bola dengan baik, pola mereka jelas dan opsi berbeda-beda dalam gaya permainan mereka, pertahanan bagus juga.”

“Saya harus katakan, ini adalah tipe problem Premier League. Anda menganalisis lawan dan berpikir ‘Oke, itu cukup kuat’. Jika mereka tak beruntung dalam situasi yang mereka buat, lalu beruntung dalam situasi yang lawan punya, hasilnya ialah empat poin.”

“Namun kami harus serius dan berpikir, begitulah keadaannya. Terutama pada Sabtu nanti. Kami sudah siap, tak ada satupun yang meragukan kualitas mereka,” tandasnya.

Musim lalu The Reds tumbang 1-3 kala melawat ke Swansea. Di kandang, mereka hanya menang tipis 1-0 di musim yang sama.

Kans Neymar Lewati Torehan Ronaldinho

Barcelona bakal melawat ke Borussia Park melawan Borussia Monchengladbach fase grup Liga Champions, Kamis dini hari, 29 September 2016.

Ini akan jadi pertandingan spesial bagi bintang Los Cules, Neymar. Pasalnya dia punya kans besar melampaui gol legenda Blaugrana yang juga berdarah Brasil, Ronaldinho.

Dikutip dari laman olahraga Spanyol, Sport.es, Rabu 28 September 2016, sepanajng kariernya sudah mengumpulkan 18 gol dari Liga Champions dan Lige Europa.

Neymar sekarang ini tercatat telah menyamai torehan gol Ronaldinho itu. Apabila dia mampu mendulang sebiji gol saja menghadapi Gladbach, maka Neymar langsung melewati rekor gol Ronaldinho.

Si pemain sendiri memiliki peluang membuat gol di pertandingan nanti. Mengingat dia bakal menjadi tumpuan dalam membobol jala lawan menyusul absennya Lionel Messi.

Kendati begitu, jalannya masih panjang untuk melewati rekor legenda Barcelona asal Brasil lainnya, Rivaldo. Dia total telah mengumpulkan 31 gol di Eropa.

Sebelumnya Messi menderita cedera pada laga kontra Atletico Madrid beberapa waktu lalu dan dipastikan absen untuk tiga pekan ke depan.

Milan Imbangi Fiorentina, Montella Tak Puas

Allenatore AC Milan, Vincenzo Montella, membenarkan jika timnya tampil cukup mengecewakan saat menghadapi Fiorentina. Montella menilai Milan lolos dari ujian dengan angka minimal.

I Rossoneri pulang dengan hasil seri tanpa gol dalam pertandingan di Artemio Franchi, Senin (26/9/2016) dinihari WIB. Pada laga tersebut, Milan lebih banyak diserang dan cuma menguasai bola sebanyak 38 persen saja

Sementara tuan rumah menciptakan 20 peluang bikin gol kendati hanya lima yang mengarah ke gawang. Milan membuat 12 upaya tapi hanya satu on target.

Kans terbaik La Viola terjadi pada menit ke-23 ketika mereka mendapat hadiah penalti. Tapi sayang Josip Ilicic yang maju sebagai eksekutor gagal menyelesaikan tugasnya dengan baik.

“Kami kurang keberanian di paruh pertama. Fiorentina sedikit unggul (di babak pertama), namun secara keseluruhan saya melihat pertandingan yang cukup seimbang,” ujar Montella seusai pertandingan.

“Tim kami memberi mereka ruang terlalu banyak. Kami takut, dan saya berharap lebih. Setelah turun minum, kami menciptakan lebih banyak peluang dan saya betul-betul menyukai keinginan kami untuk menang,” tambahnya.

Menurut Montella, Milan telah sukses melewati satu ujian berat di kandang Fiorentina walau dengan hasil yang tidak bisa dibilang gemilang.

“Pertandingan itu seperti ujian dan kami melewatinya dengan angka minimal. Kami harus lulus dengan nilai lebih banyak,” katanya.

Milan sekarang bercokol di posisi enam klasemen Serie A dengan raihan 10 angka dari enam pertandingan.

Chelsea Masih Jadi Mimpi Buruk Arsenal

Chelsea tengahh sulit ditundukkan oleh Arsenal ketika menjalani laga di Emirates Stadium. The Blues diklaim menjadi kutukan bagi The Gunners.

Arsenal meladeni Chelsea pada Sabtu (24/9/2016) pukul 23.30 malam WIB. Saat ini posisi mereka masih sama dengan mengkoleksi 10 poin dari lima pertandingan yang dijalani.

Kedua tim sama-sama memiliki modal oke jelang laga tersebut. Mereka baru saja meraih hasil maksimal saat bertanding di ajang Piala Liga Inggris.

Arsenal menang dengan skor telak 4-0 ketika bertemu dengan Nottingam Forest. Sementara Chelsea mendepak Leicester City dengan skor meyakinkan 4-2 meski sampai harus melewati babak perpanjangan waktu.

Terkait rekor pertemuan, Si Biru sedang sulit dikalahkan oleh Tim Gudang Peluru dalam 10 pertemuan terakhir. Chelsea berhasil menang sebanyak enam kali, tiga seri dan cuma satu kali tunduk dari pasukan armada Arsene Wenger itu.

Pelatih internasional Inggris yang juga menjadi pundit, Harry Redknapp, mengatakan jika Arsenal memang tengah berada dalam bayang-bayang kutukan sulit menang atas Chelsea.

“Chelsea seperti kutukan bagi Arsenal di beberapa musim terakhir dan saya meyakini jika Arsene Wenger dan para pemain berpikiran tentang hal itu,” kata Wenger di Metro.

“Saya merasa Chelsea saat ini lebih tangguh secara mental dan fisik daripada Arsenal. John Terry tentu menjadi kehilangan besar apabila dia tak bermain. Namun Chelsea adalah kesatuan yang lebih kuat,” imbuhnya.

Kapten Leicester Maklumi Mahrez Belum Bersinar

Kapten Leicester City, Wes Morgan, mengatakan rekan satu timnya, Riyad Mahrez, bakal kembali ke penampilan terbaik. Akan tetapi dia pun menegaskan bila ketidakstabilan performa seorang pemain merupakan sesuatu yang wajar.

Mahrez sukses jadi bintang The Foxes musim lalu dan mengantarkan timnya menjadi penguasa kompetisi Premier League. Disamping itu ia juga terpilih sebagai PFA Player of the Year musim lalu.

Akan tetapi memasuki musim 2016/2017, gelandang asal Aljazair itu nampak kesulitan untuk menyamai penampilannya musim lalu.

Morgan pun menyebut itu adalah sesuatu hal sulit sebagai seorang pesepakbola untuk selalu tampil bagus di tiap pekannya.

“Amat tidak mungkin untuk selalu berada di standar dan kualitas permainan yang sama sepanjang musimnya. Orang-orang terlalu memberi target terlalu tinggi kepada performanya,” jelas Morgan seperti dilansir Soccerway.

“Wajar namanya bila seorang pemain mendapati penampilannya naik turun setiap musimnya dan itu terjadi tiap pemain di tim manapun. Tapi dia seorang pesepakbola dengan kualitas bagus,” ucapnya.

Musim ini Mahrez memang masih jadi andalan di lini tengah Leicester. Akan tetapi sejauh musim berlangsung, ia baru mendulang satu gol di Premier League.

Aleksander Ceferin Resmi Jadi Presiden UEFA

UEFA akhirnya memiliki pemimpin baru. Yang bakal mengkomandoi organisasi itu alah orang Slovenia bernama Aleksander Ceferin.

Melalui proses pemilihan yang berlangsung di Kongres UEFA di Athena, Rabu (14/9/2016) waktu setempat, Ceferin mendapatkan voting terbanyak. Dia total menerima 42 suara, mengungguli rival terdekatnya yaitu wakil asal Belanda, Michael van Praag, yang cuma meraih 13 suara.

Ceferin yang kini berusia 48 tahun merupakan presiden asosiasi sepakbola Slovenia. Dia bakal menempati kursi bos UEFA yang lowong sepeninggal Michel Platini turun dari tempat itu lantaran tersandung kasus korupsi FIFA dan dijatuhi sanksi larangan berpartisipasi di segala aktivitas sepakbola tahun lalu.

Masa kerja Caferin di UEFA memang tidak lama. Dia cuma menyelesaikan periode kerja Platini, ini berarti jabatannya bakal berakhir tahun 2019 mendatang.

“Ini sebuah kebanggaan besar, tapi juga tanggung jawab yang besar,” ucap Ceferin usai dipastikan memenangi pemilihan.

“Ini sangat penting bagi hidup saya. Negara saya Slovenia yang kecil dan indah amat bangga akan hal ini, dan saya ingin suatu saat nanti anda juga akan bangga kepada saya,” lanjut dia seperti dikutip dari Skysports.

Ceferin telah menempati jabatan sebagai presiden Asosiasi Sepakbola Slovenia sejak 2011. Ia punya latar belakang pendidikan dan profesi di bidang hukum.

Kendati datang dari negara yang terbilang kecil dalam lingkup sepakbola Eropa, Ceferin disebut adalah calon paling kredibel dan bisa membawa aspirasi negara-negara kecil. Usai awalnya diajukan negara-negara kecil, dia akhir-akhir ini ia mendapat dukungan dari negara besar macam Italia, Prancis, Jerman, dan Rusia.

Bailly Jadi Rekrutan Cerdas United

Eric Bailly langsung memperlihat performa gemilang bersama Manchester United. Dia disebut sebagai transfer hebat oleh The Red Devils.

Bailly direkrut dari Villarreal oleh Manchester United yang memakan biaya mencapai 30 juta poundsterling.

Tak sedikit pihak menilai bila angka transfer itu disebut terlalu mahal. Namun sejauh ini Bailly menunjukkan bahwa dirinya pantas dihargai mahal.

Bailly telah tiga kali memperkuat Setan Merah di premier League. Bek 22 tahun tersebut juga membantu United meneorehkan dua clean sheet.

Penjaga gawang United, David De Gea, memuji dampak positif Bailly untuk barisan belakang MU. De Gea bahkan dibuat kaget dengan performa gemilang Bailly.

“Well, dia (Bailly) adalah rekrutan hebat. Eric datang dan dengan cepat membuat kami kaget. Saya ingat ketika kami datang untuk akli pertama di Premier League, percaya saya, itu amat berat di awal, namun dirinya mamu melambung tinggi,” kata De Gea di Daily Mail.

“Fisiknya sangat bagus, tangguh, dan percaya diri dengan tekniknya, serta amat cepat. Dia baru bisa sedikit bahasa Inggris, namun kami banyak berbicara berbahasa Spanyol di ruang ganti dan tentu saja Paul Pogba berbicara bahasa Prancis.”

“Dia memberikan dampak besar dan ketika saya berdiri di lorong dan melihat ke belakang, ia salah satu pemain yang besar, pemain bertenaga bersama Pogba dan Zlatan Ibrahimovic,” imbuhnya.

United bakal menjalani partai sulit akhir pekan nanti. Mereka dijadwalkan bertemu Manchester City di Old Trafford, Sabtu (10/9/2016) pukul 18.30 malam WIB. Sudah pasti The Red Devils butuh Bailly tampil oke demi mendapat hasil bagus.

Kante Sempat Digoda Mourinho Gabung MU

N’Golo Kante mengakui dirinya sempat digoda Jose Mourinho agar mau bergabung ke Manchester United musim panas lalu. Akan tetapi ternyata tawaran Chelsea yang lebih menggoda dirinya.

Kante merupakan salah seorang kunci keberhasilan Leicester City memenangi Premier League musim lalu. Wajar saja apabila Kante langsung menjadi bidikan para klub top Eropa di bursa transfer lalu.

Pada prosesnya Chelsea lah yang sukses mendaratkan jasa Kante setelah menebusnya seharga 30 juta poundsterling kepada Leicester. Sejauh ini keputusan The Blues merekrut Kante terbilang tepat karena dia selalu tampil penuh di tiga laga pertama di Premier League.

Tapi siapa yang tahu Kante sempat mementahkan tawaran Mourinho gabung ke Manchester United sebelum akhirnya berlabuh di Stamford Brigde. Padahal bisa dikatakan, United sedikit unggul dengan menawarkan kompetisi Liga Europa.

“Luar biasa saat mengetahui Mourinho menghubungi saya, walau saya telah diberitahu bagaimana dia akan merayu saya,” ujar Kante di Soccerway.

“Saya lalu mendengar penjelasan dia kenapa saya harus pindah ke United,” sambungnya.

“Namun pada ketika itu saya masih ragu antara bertahan di Leicester atau bergabung dengan Chelsea.”

“Saya sedang melakukan pembicaraan dengan mereka. Namun saat saya berbicara dengan mereka, saya memiliki keyakinan yang bagus tentang Conte.”