Robben Belum Pikirkan Kontrak Kontrak Baru

Kerjasama antara Bayern Munich dan Arjen Robben akan berakhir pada akhir musim ini. Akan tetapi sang bintang belum berpikir sama sekali terkait kontrak baru.

Robben walaupun di beberapa tahun terakhir kerap diserang cedera, masih menjadi tumpuan Die Roten di barisan depan. Meski telah memiliki Kingsley Coman dan Douglas Costa, Robben nampaknya selalu diutamakan tim bersama dengan Franck Ribery.

Sejauh musim ini Robben cukup bagus dengan koleksi empat gol dan empat assist dari tujuh penampilan di berbagai kompetisi. Melihat kontribusinya seperti ini sudah pasti kubu Bayern belum mau ditinggal winger berusia 32 tahun tersebut.

Robben dinilai masih menjadi bagian penting The Bavarians untuk merajai Jerman dan Eropa musim ini.

Menyangkut masa depannya di Allianz Arena musim depan, Robben belum ingin memikirkannya dan lebih fokus konsisten menjaga penampilannya dan tentu saja terbebas dari cedera.

“(Rummenigge) memiliki nomor telepon ayah saya (agen Robben), maka dia bisa menghubunginya kapapun untuk untuk minum kopi. Namun itu bukan yang paling penting bagi saya,” ujar Robben usai laga kontra Augsburg semalam.

“Harapan saya ialah tetap ada dalam kondisi fisik terbaik dan bermain bagus. Kami tahu betapa pentingnya kami (dia dan Bayern) satu sama lain,” lanjutnya seperti dikutip Soccerway.

“Saya bicara jujur, saya belum terlalu memikirkan itu. Saya cuma ingin di sini dan fokus tampil bagus.”

“Mendapatkan kontrak atau tidak, saya tetapi di Bayern Munich. Saya tahu kontrak saya berakhir di tahun 2017, itu masalah lain, yang penting ialah tetap fit, lalu saya bisa mendapat ritme bertanding dari situ. Yang ketiga mungkin barulah soal kontrak baru,” tutupnya.

Mignolet Masih Buru Posisi Kiper Utama Liverpool

Simon Mignolet belum mengibarkan bendera putih dalam persaingan kiper inti Liverpool. Mignolet bertekad untuk mengamankan lagi tempat itu dari Loris Karius.

Sejak bergabung pada musim 2013 lalu, Mignolet selalu menjadi pilihan utama di bawah tiang gawang kendati performanya selalu naik turun. Oleh karena itu Karius datang sesuai permintaan Jurgen Klopp.

Akan tetapi cederanya Karius di sesi pramusim membuat Mignolet lebih dulu mengawal jala The Reds di dua bulan pertama musim ini. Hingga akhirnya dalam lima laga berturut-turut, Mignolet harus rela jadi pilihan kedua di belakang Karius.

Pekan ini Klopp sebagai pelatih telah memastikan Karius bakal menjadi pengganti Mignolet sebagai kiper utama. Tentu saja kabar itu sangat mengecewakan bagi pesepakbola asal Belgia ini.

Kendati begitu Mignolet tak ingin menerima begitu saja keputusan Klopp yang sekarang menepikan dirinya. Mignolet ingin bersaing secara sehat di sisa musim guna membuktikan siapakah yang lebih baik dari keduanya.

“Pastinya saya tidak mau jadi yang nomor dua. Saya ingin bermain reguler,” ujar Mignolet seperti dikutip Soccerway.

“Saya tak mau menyerah memperjuangkan posisi kiper utama karena saya adalah seorang pekerja keras,” sambungnya.

“Yang kedua, saya tidak mau berada dalam situasi di mana saya hanya jadi cadangan. Saya sudah berusia 28 tahun dan saya ingin rutin bermain.”

“Maka saya akan terus bekerja dan tidak ingin menyerah – itu bukan yang saya ingin lakukan. Ini adalah tantangan yang harus saya lalui, maka semoga persaingannya akan adil sesuai penampilan di lapangan,” tutupnya.

Arsenal Tak Prioritaskan Kontrak Baru Wenger

Masa kerja Arsene Wenger bakal tuntas di akhir musim ini. Walau begitu, The Gunners tidak menjadikan kontrak anyar Wenger sebagai prioritas utama saat ini.

Wenger menjalani musim ke-20nya bersama Arsenal sekaligus menjadikan dia sebagai pelatih terlama di Premier League saat ini. Kontraknya bakal tuntas pada musim panas tahun depan.

Masih belum ada sinyal ada negosiasi tentang kontrak baru dengan manajemen klub hingga detik ini. Tak pelak masa depan Wenger mulai gencar dispekulasikan.

Menyangkut kontrak baru Wenger sendiri, Chairman Arsenal Chips Keswick, mengatakan jika itu bukan prioritas utama klub. Pasalnya Arsenal dan Wenger sedang konsentrasi untuk membawa Arsenal melaju jauh di kompetisi musim ini.

Ditambah lagi Tim Gudang Peluru tengah panas-panasnya seteah meraih sembilan kemenangan dan dua hasil imbang dalam 11 laga terakhir di berbagai ajang.

“Kami semua tahu sumbangsih Arsene kepada klub selama dua dekade terakhir. Kami yakin dengan kemampuannya membawa kami lebih baik lagi,” ujar Keswick seperti dikutip Soccerway.

“Kami bakal bertemu dan berbicara soal masa depan di waktu yang tepat namun fokus kami sekarang ialah mempertahankan performa sekarang ini dan juga bersaing untuk gelar juara,” sambungnya.

Wenger sudah 10 tahun terakhir tak lagi menjuarai trofi Premier League usai terakhir merengkuhnya pada musim 2003/2004. Selama membesut The Gunners, ia mengkleksi tiga gelar Premier League dan enam Piala FA.

“Anda bisa melihat United (sepeninggal Sir Alex Ferguson). Bakal amat sulit mencari pengganti Wenger,” timpal pemilik Arsenal Stan Kroenke.

Conte dan Mourinho Buru Kemenangan Perdana

Pertarungan antara Chelsea menghadapi Manchester United adalah pertemuan kedua bagi Antonio Conte dengan Jose Mourinho. Kini siapa yang bakal keluar sebagai pemenang?

Chelsea tampil sebagai tuan rumah dengan meladeni United di Stamford Bridge, Minggu (23/10/2016) malam WIB. Hingga pekan ke-8 Premier League, The Blues ada di posisi lebih baik yakni posisi lima dengan 16 angka, dua poin di depan MU.

Tak cuma persaingan kedua tim yang menarik dilihat. Adu strategi dua pelatih: Conte dan Mourinho pastinya mendapat perhatian tersendiri. Ditambah lagi mereka baru sekali bertemu dan tak menghasilkan pemenang.

Kali pertama Conte dan Mourinho bertemu adalah pada Desember 2009 ketika masih berkarier di Italia. Saat itu Contemelatih Atalanta sementara Mourinho jadi arsitek Inter Milan.

Pada pertandingan Serie A 2009-10, Atalanta menahan imbang Inter 1-1. Nerrazzurri unggul hingga menit-menit akhir setelah Diego Milito mencetak gol di menit 15, namun kemenangan mereka pupus usai Simone Tiribocchi membuat gol penyama di 10 menit terakhir.

Cuma beberapa waktu berselang, Conte pergi dari Atalanta menyusul rentetan hasil buruk. Dia lantas menyeberang ke Siena dan belum lagi bertemu Mourinho.

Kans Conte meraih hasil maksimal didukung dengan rekor oke Chelsea melawan MU. The Blues belum terkalahkan dari tujuh pertemuan terakhir liga, yaitu tiga kali menang dan empat kali seri.

Disamping itu Chelsea adalah tim yang sudah memberi Setan Merah16 kekalahan, lebih banyak dari tim manapun di Premier League.

Kendati begitu Mourinho juga memiliki kesempatan memenangi pertarungan dengan Conte. Eks pelatih Real Madrid tersebut memenangi satu-satunya pertandingan di Stamford Bridge sebagai lawan Chelsea ketika mengantarkan Inter menang 1-0 di leg II 16 Besar Liga Champions 2009-10.

Marco Asensio Sabar Tunggu Kesempatan Bermain

Kendati tampil menjanjikan, Marco Asensio belum mampu menembus skuat utama Real Madrid. Asensio memilih bersabar dan siap bekerja keras setiap diberi kesempatan beraksi di lapangan.

Striker berusia 20 tahun tersebut melakoni debut di Liga Champions melalui sebiji gol fantastis ke jala Legia Warszawa dalam kemenangan Madrid 5-1. Itu memperpanjang tren positif debut-debut Asensio musim ini.

Sebelumnya Asensio membuat gol di kancah Eropa yang ikut mengantarkan Los Blancos menungukkan Sevilla 3-2 di Piala Super Eropa, Agustus silam. Lantas pada debutnya di La Liga bersama Madrid, Asensio menjebol gawang Real Sociedad sebelum menambah koleksi lesakannya ke gawang Las Palmas.

“Banyak sekali pemain top dunia yang lama berada di Real Madrid. Maka saya harus sabar menunggu dan memaksimalkan setiap kesempatan yang saya dapatkan,” ungkap Asensio yang dilansir Marca.

“Bagi saya masih baru tak banyak bermain, namun saya sudah berbicara dengan manajer dan ia mengatakan agar saya tetap tenang.”

Gareth Bale, gol bunuh diri Tomasz Jodlowiec, Lucas Vazquez, dan Alvaro Morata menjadi pelengkap pesta gol El Real di Santiago Bernabeu. Sementara Legia hanya bisa mencetak gol penghibur melalui eksekusi penalti Miroslav Radovic.

Sepanjang 90 menit pertandingan, Los Blancos unggul dalam ball possesion sebesar 61 persen dan melepaskan 31 percobaan (11 on target). Legia membuat 13 peluang dengan lima tepat sasaran.

“Zidane memainkan skema yang sangat menyerang pada pertandingan ini, maka wajar apabila tim lawan kedodoran,” sambung Asensio. “Kami kurang senang gagal membuat clean sheet namun saya yakin performa tim akan meningkat.”

Kerap Dicadangkan, Chamberlain Siap Tinggalkan Arsenal

Alex Oxlade-Chamberlain mengaku jika dirinya bisa saja pergi dari Arsenal guna mendapat kesempatan bermain lebih banyak.

Pemain internasional Inggris tersebut berseragam Arsenal pada 2011, namun selalu gagal mendapat tempat di skuat inti. Oxlade-Chamberlain lebih kerap masuk sebagai pengganti, apalagi ia sempat cedera sehingga memaksanya tak ikut di Piala Eropa 2016.

Pelatih tim, Arsene Wenger, menyebut jika musim ini adalah momen tepat untuk mengembangkan performa Ox. Walau begitu, winger brusia 23 tahun tersebut masih saja menjadi pemain pengganti.

Walau merasa masih kerasan di Emirates Stadium, Chamberlain mengaku bakal mempertimbangkan peluang pergi jika situasiya tak segera membaik.

“Saya tidak bisa berbohong jika saya butuh lebih banyak waktu bermain. Sebagai adalah seorang pesepakbola, anda selalu ingin bermain di seluruh laga. Saya hanya menjadi saya, saya tidak senang bila tak main,” ujar Oxlade-Chamberlain pada Sky Sports.

“Akan tetapi saat ini saya fokus penuh untuk Arsenal dan masih berupaya untuk menembus tim ketika dberi kesempatan. Membantu sebagai cadangan, seperti kemarin dan membawa perbedaan.”

Pada kemenangan 3-2 menghadapi Swansea City akhir pekan lalu, Chamberlain cuma merumput selama delapan menit terakhir.

“Belum ada pikiran sampai di situ (meninggalkan Arsenal), saya sepenuhnya fokus musim ini, menjalankan pekerjaan saya. Di akhir musim, manajer bakal mengevaluasi pemain. Saya baru akan memikirkan itu nanti,” lanjut Ox.

Gelar Ballon d’Or Sudah Di Tangan Ronaldo

Tak ada satupun pemain yang lebih pantas menjuarai gelar Ballon d’Or tahun ini daripada Cristiano Ronaldo. Paling tidak itulah penilaian eks penggawa Real Madrid Roberto Carlos.

Ronaldo menjadi calon terkuat peraih Ballon d’Or 2016 usai pencapaiannya tahun ini bersama Madrid ataupun tim nasional Portugal.

Bersama Los Blancos, ia sukses mengantarkan klub tersebut memenangi titel Liga Champions ke-11 setelah mengkandaskan Atletico Madrid di final. Sementara pada Piala Eropa kemarin Ronaldo dan Portugal untuk kali pertama juara usai menang atas tuan rumah Prancis.

Sesudahnya Ronaldo memang memulai musim 2016/2017 dengan kurang oke akibat cedera lutut yang ia derita pada Piala Eropa lalu. Sedangkan rival terkuat Lionel Messi dan Antoine Griezmann justru unjuk gigi.

Akan tetapi fakta itu bukan penghalang bagi Ronaldo mengunci penghargaan Ballon d’Or keempat dalam kariernya. Acara Gala Dinner FIFA yang biasa dilangsungkan pada Januari itu cuma sebagai formalitas saja.

“Saya pikir Cristiano Ronaldo sudah mendapatkan Ballon d’Or di rumahnya, namun dia belum mengatakan hal itu kepada siapapun,” ujar Carlos seperti dikutip Soccerway.

“Dia tengah menjalani masa pemulihan cedera lutut, namun dia akan segera memperlihatkan siapa Cristiano sebenarnya kepada kita semua, seperti ketika ia bermain untuk Portugal,” sambung pemain asal Brasil itu.

“Saya berdoa yang terbaik baginya,” tutupnya.

Willian Bakal Senang Pensiun di Chelsea

Willian Borges merasa amat kerasan di Chelsea dan menyukai suasana Premier League. Ia lantar berharap bisa berlama-lama berseragam Chelsea, jika perlu hingga gantung sepatu.

Si pemain mulai bermain untuk Chelsea dari 2013/2014 silam. Semenjak itu ia jadi salah seorang bagian utama dari skuat klub asal London barat tersebut.

Pemain asal Brasil tersebut sudah bermain sebanyak 146 kali bersama The Blues sejauh ini, dengan sumbangan 21 gol dan 22 assist di berbagai kompetisi. Ia turut mengantarkan Chelsea menjuarai trofi Premier League dan Piala Liga Inggris pada musim 2014/2015 lalu.

Di jendela transfer musim panas kemarin Willian sempat diisukan jadi bidikan Paris Saint-Germain. Mengaku sadar ada ketertarikan dari raksasa Prancis itu, Willian menegaskan komitmennya di Stamford Bridge.

“Saya sempat mendengar kabar terakit ketertarikan dari PSG, namun saya tidak pernah mendapat penawaran yang nyata. Keluarga saya merasa nyaman berada di London dan saya betul-betul menyukai Premier League, yang tak lain adalah liga terbaik di dunia bagi saya,” katanya kepada France Football.

“Saya masih harus bertumbuh dan kami memperagakan sepakbola indah. Saya ingin menyelesaikan kontrak di klub untuk seluruh alasan ini.”

“Mungkin saya bahkan bisa menandatangani perpanjangan kontrak jika klub menginginkan saya bertahan. Saya merasa sangat terhormat bisa menyelesaikan perjalanan sepakbola di klub besar seperti Chelsea,” imbuhnya seperti dikutip Soccerway.

Willian sekarang ini masih memiliki kontrak dengan Si Biru hingga 2020 mendatang.

Montolivo Dicemooh, Buffon Membela

Laga antara Italia menghadapi Spanyol beberapa waktu lalu bukan momen yang menyangkan bagi Riccardo Montolivo. Sudah kritik, ia mengalami cedera pula.

Montolivo digotong keluar lapangan pada paruh pertama dalam duel yang berkesudahan 1-1 itu. Montolivo mendapat cedera anterior cruciate ligament di lututnya. Ia terpaksa naik meja operasi dan harus menepi selama lima sampai enam bulan.

Namun tak cuma itu kisah Montolico di laga tersebut. Sebelum ditandu akibat cedera, ia juga dicemooh oleh tifosi Italia yang merasa tidak puas dengan performa pesepakbola berusia 31 tahun itu.

Gianluigi Buffon sebagai penjaga gawang sekaligus kapten timnas Italia, mengaku heran dengan kritikan tersebut. Buffon pun langsung memberi pembelaan untuk Montolivo.

“Yang pertama saya mendoakan Riccardo semoga dia segera sembuh,” ujar Buffon seperti dilansir Football Italia.

“Saya juga tidak habis pikir bagaimana orang-orang mencemooh Montolivo saat dia bermain bersama tim nasional. Padahal, ia selalu sepenuh hati bersama kami.”

“Ia beberapa kali mendapat cedera parah saat memperkuat Italia di laga internasional, namun dai tak pernah bermain setengah-setengah,” kata Buffon.

Kiprah Montolivo bersama timnas diawali dari level junior, yang mana ia terlebih dulu membela tim U-16, U-18, U-19, dan U-21. Di tahun 2007 ia mengawali debutnya untuk timnas senior dalam pertandingan menghadapi Afrika Selatan.

Semenjak itu Montolivo telah mencatatkan 64 caps bersama Gli Azzurri plus sumbangan 2 gol.

Chiellini Absen, Spanyol Beruntung

Spanyol bisa dibilang sangat berharap bisa meraih hasil sempurna ketika menghadapi Italia. Pasalnya Gli Azzurri bermain tanpa kehadiran palang pintu utama Giorgio Chiellini.

Chiellini menerima kartu merah ketika Italia meraih kemanangan 3-1 di markas Israel dalam partai pertama Kualifikasi Piala Dunia 2018 bulan lalu. Dia mdihadiahindua kartu kuning dan tampil di bawah standar

Salah satu buktinya ialah gol balasan Israel yang dilesakkan Tal Ben Haim tak lepas dari kesalahan Chiellini ketika menguasai bola.

Kini Italia memiliki pekerjaan berat ketika harus berhadapan dengan Spanyol di pertandingan kedua mereka yang dihelat di Juventus Stadium, Jumat (7/10/2016) dinihari WIB besok. Tidak adanya Chiellini, Diego Costa yang sedang bersinar bisa kian merajalela dan memberikan teror untuk lini belakang mereka.

Total Costa telah menorehkan enam gol di liga plus memengemas dua gol bagi tim matador ketika menang telak 8-0 atas Lichtenstein bulan lalu.

Ditambah lagi kenyataan jika Chiellini tampil oke kala terakhir kali kedua tim bersua di 16 besar Piala Eropa lalu, yang mana bek milik Juve itu mencetak satu dari dua gol kemenangan timnya.

Tak pelak bila absennya Chiellini disambut suka cita kubu La Furia Roja yang menyebut kesempatan menang mereka akan lebih besar.

“Absennya Chiellini bakal menjadi keuntungan bagi kami,” ujar kiper Spanyol, Pepe Reina, seperti dikutip Calciomercato.