Ingin Juara, Madrid Dituntut Tak Terpeleset Lagi

Saat ini Real Madrid memegang kendali di kompetisi La Liga. Mereka sendiri yang akan menentukan apakah mampu juara liga atau tidak di akhir musim.

Los Blancos sempat disusul Barcelona pada pekan ke-24 ini yang meraih kemenangan 2-1 atas Atletico Madrid. Tapi selang beberapa jam Madrid kembali menyegel pucuk klasemen berkat kemenangan dramatis atas Villarreal.

Bertandang ke stadion El Madrigal, El Real yang lebih dulu ketinggalan dua gol akhirnya menundukkan tuan rumah dengan skor 3-2. Madrid menempati urutan tertinggi klasemen dengan 55 angka, unggul satu poin atas Barca di peringkat dua dan tiga angka atas Sevilla di urutan ketiga.

Dengan sisa satu pertandingan yang belum dijalani melawan Celta Vigo, Madrid bisa melebarkan gap menjadi empat angka bila memenanginya. Situasi tersebut tentu membuat Madrid lebih diuntungkan dalam persaingan gelar juara.

Ditambah lagi laga penting menghadapi Barca, Atletico Madrid, dan Sevilla bakal dilangsungkan di Santiago Bernabeu di paruh kedua musim. Maka dari itu Madrid pantangterpeleset di sisa musim lantaran nasib yang mereka tentukan sendiri.

“Barcelona menjalankan tugas mereka dengan baik ketika tandang ke tempat lawan yang sangat sulit dan menang,” ujar bek Madrid, Marcelo, seperti dikutip Soccerway.

“Namun nasib kami berada di tangan kami dan apabila kami memenangi seluruh pertandingan maka kami akan jadi juara,” sambungnya.

Sejauh ini Los Merengues masih menjadi pengkoleksi titel La Liga terbanyak yaitu 32 trofi tapi terakhir kali juara di musim 2011/2012.

Lavezzi Selalu Ingin Kembali ke Napoli

Ezequiel Lavezzi mengaku amat berhasrat kembali memperkuat Napoli, akan tetapi hasratnya tersebut tidak terpenuhi karena Aurelio De Laurentiis tak menginginkannya.

Lavezzi adalah tumpuan Napoli dari tahun 2007 hingga 2012. Selama memperkuat I Partenopei ia sukses menyumbangkan satu trofi Coppa Italia pada musim terakhirnya pada 2011-2012.

Dirinya lantas melanjutkan petualangannya di Prancis bersama Paris Saint-Germain. Di sana Lavezzi meraih banyak trofi, di antaranya empat gelar Ligue 1, dua Piala Liga Prancis.

Sekarang penyerang 31 tahun tersebut menjajal tantangan baru dengan bermain di Liga Super China bersama Hebei China Fortune. Tetapi hngga detik ini belum juga bikin gol.

Di tengah-tengah sepak terjang tersebut, Lavezzi mengaku selalu ingin kembali ke Napoli. Namun sayang harapan tersebut belum terealisasi karena bekas klubnya itu tak pernah lagi menghubungi.

“Saya meninggalkan banyak hal-hal luar biasa di Naples dan masih memiliki kenangan yang nyata di kota itu. Saya selalu berpikir bisa kembali ke Napoli, namun saya pikir presiden (De Laurentiis) tidak lagi menginginkan saya,” kata Lavezzi kepada Sky Sport.

“Apabila suatu saat nanti saya kembali ke Italia dan tidak dengan Napoli, itu berarti mereka tidak menginginkan saya kembali. Dulu, pernah ada kontak dengan klub lain, namun bukan Napoli yang memberikan,” tegasnya.

Malcom Tak Peduli Dilirik MU

Talenta belia Bordeaux, Malcom tak ingin mempedulikan tawaran dari raksasa Premier League, Manchester United (MU). Setan Merah berminat menggotongnya ke Old Trafford guna menggantikan peran yang ditinggalkan Memphis Depay.

Malcom adalah pemain muda bidikan United kelahiran Brasil. Walau usianya baru 19 tahun, ia telah dipercaya jadi kreator serangan Bordeaux.

Di musim ini Malcom menciptakan sebanyak 32 peluang di kotak penalti lawan. Hal tersebut membuat dia jadi pemain paling kreatif di bawah kepelatihan Jocelyn Gourvennec.

Dari 24 performa di Ligue 1, Malcom sudah mendulang empat gol serta memberikan dua assist. Bahkan akurassi passingnya terbilang baik yaitu mencapai 80 persen.

Kegesitannya dalam mengolah bola serta kecerdasan dalam membuat peluang membuat The Red Devils ingin mendaratkannya. Disamping MU, klub Inggris lain, Liverpool juga kabarnya siap merekrutnya.

“Jujur saja, saya tak mengetahui apapun tentang penawaran dari Liverpool dan MU,” kata Malcom singkat, dikutip dari Goal.

Malcom memilih untuk tidak memikirkan isu ketertarikan MU atau Liverpool. Dia lebih fokus meraih kesuksesan bersama Bourdeaux.

“Saya sih santai saja. Saya cuma memikirkan Bordeaux untuk saat ini. Saya ingin melakukan tugas saya dengan baik dan memberikan kebahagiaan untuk suporter di Prancis,” ucapnya.

“Saya bakal terus bekerja keras dan yang pasti harus rendah hati,” kata winger kelahiran Sao Paolo, Brasil itu mengakhiri.

Kartu Merah Ketiga Balotelli di Nice

Mario Balotelli menerima kartu merah ketiganya di Nice. Kartu tersebut ia dapat setelah mengolok-olok wasit walaupun Balotelli tidak disalahkan sang manajer.

Striker asal Italia berusia 26 tahun itu diberi dihadiahi kartu merah langsung oleh wasit Tony Chapron pada menit ke-68 kala Nice menang 1-0 di markas Lorient dalam pertandingan Ligue 1, Minggu (19/2/2017).

Ada rumor soal alasan dari dikartumerahnya Balotelli. Namun dilapokan oleh suratkabar L’Equipe mengutip Chapron yang mengklaim, “Dia mencaci saya dalam bahasa Inggris. Saya tidak akan merinci, namun kata-kata itu sangat klasik.”

Kendati begitu, pelatih Nice Lucien Favre tak ingin menyalahkan eks pemain AC Milan itu atas kartu merahnya, meski menyatakan tak mudah mempertahankan keunggulan tipis dengan kehilangan satu pemain.

“Saya bukan orang seperti itu (menyalahkan). Memang berat harus tampil dengan 10 pemain saat laga tersisa 25 menit,” kata Favre seperti dikutip Soccerway.

“Jelang tiap laga, kata-kata terakhir saya di ruang ganti ialah supaya tak terkena kartu merah dan tidak membuat lawan dapat tendangan penalti.

“Saya tak tidak tahu ketika hal itu terjadi. Mungkin ada kata-kata tertentu, entahlah. Mario telah berlatih dengan baik, lebih terlibat,” tuturnya.

Guardiola Tak Berniat Reuni Dengan Messi

Pelatih Manchester City Pep Guardiola menutup kesempatan bereuni dengan penyerang Los Cules, Lionel Messi. Guardiola juga mengaku tidak ingin pulang ke stadion Camp Nou.

Dilaporkan oleh media-media Spanyol, Messi meminta Barcelona untuk memulangkan kembali Guardiola sebagai manajer menggantikan Luis Enrique. Akan tetapi Pep rupanya tidak berminat kembali ke Camp Nou.

“Tidak, saya takkan pernah kembali ke Barca untuk jadi manajer di sana. Waktu saya di sana sudah tidak ada,” kata Guardiola seperti dilansir Soccerway.

The Citizens sendir telah lama memburu Messi. Kehadiran Guardiola ke Etihad diharapkan membuat pesepakbola Argentina tersebut tertarik pindah ke sana. Akan tetapi Guardiola tidak ingin bereuni lagi dengan La Pulga.

“Saya tegaskan berulang kali perihal Messi, harapan saya ialah menyaksikan Messi mengakhiri kariernya di Barcelona.”

City sendiri dijadwalkan melancong ke Abu Dhabi pekan depan. Pasalnya ada jadwal kosong selama 12 hari usai mereka berhadapan dengan AS Monaco di Liga Champions.

“Kami akan pergi ke Abu Dhabi untuk menyaksikan matahari karena begitu lama di Manchester tanpa melihat matahari. Dan tentu saja untuk berjumpa dengan pemilik klub,” Guardiola mengakhiri.

Alexis Sanchez Jadi Bidikan Utama Juve

Bomber Arsenal, Alexis Sanchez jadi bidikan utama Juventus pada bursa transfer musim panas mendatang. Bahkan pihak Si Nyonya Tua bersedia jor-joran menggelontorkan dana besar guna mendapat tanda tangan penyerang asal Chile tersebut.

Massimilliano Allegri memiliki strategi anyar musim ini. Dirinya kerap memakai formasi 4-2-3-1 di lapangan.

Tidak mengherankan rencana Bianconeri dalam berburu pemain pun berubah. Mereka butuh tenaga Sanchez sebagai pendamping Gonzalo Higuain dan Paulo Dybala.

Kans Sanchez meninggalkan Emirates Stadium pun terbuka sangat besar karena bekas penggawa Barcelona itu kabarnya menolak perpanjangan kontrak dengan bayaran 180 ribu pounds (Rp 2,9 miliar) per pekan yang dilayangkan manajemen klub. Apabila kabar tersebut betul maka Arsenal mau tak mau harus melegonya musim panas ini daripada kehilangan secara cuma-cum tahun depan.

Walau begitu Juve bukan tanpa pesaing memburu Sanchez. Juve harus bertarung dengan pra raksasa lain mulai dari Paris Saint-Germain, Atletico Madrid, dan Inter Milan.

Adapun Sanchez sekarang ini menguasai daftar top skorer Premier League dengan 17 gol. Ia unggul dari Diego Costa dan Zlatan Ibrahimovic yang masing-masing mengkoleksi 15 gol. Dirinya juga turut memencetak delapan assist musim ini.

Tak Berprestasi, Arsenal Akan Ditinggal Alexis Sanchez

Mantan bek Manchester United, Rio Ferdinand, memberi pernyataan yang mungkin membuat telinga fans Arsenal panas. Ferdiannd memprediksi The Gunners bakal kelhialngan striker andalannya Alexis Sanchez dalam waktu dekat.

Alexis sejatinya masih punya kontrak di Emirates Stadium tahun 2018 silam, namun belakangan ini pria Chile itu sering dikabarkan akan pergi dari Emirates Stadium.

Pembicaraan kontrak anyar juga tidak kunjung menemui kata sepakat. Alexis konon berniat untuk menjajal karier baru. Apalagi klub-klub macam Juventus, Inter Milan Bayern Muenchen dan Paris Saint Germain mengincarnya.

Rumor kepergian Alexis tak membuat Ferdinand terkejut. Pria yang kini berprofesi sebagai pundit sepakbola ini yakin Alexis bakal meninggalkan Tim Meriam London akhir musim nanti mengikuti jejak Robin van Persie dan Cesc Fabregas.

Ferdinand menduga Alexis hijrah ke klub yang memiliki kans juara lebih besar. Pasalnya Arsenal sendiri belum lagi merasakan trofi Premier League sejak 2004. Mulai berseragam Arsenal musim panas 2014 silam, Alexis baru mencicipi satu gelar Piala FA dan dua Community Shield.

“Bahkan anda tak usah menulis artikel. Apabila anda mengatakan Robin van Persie, itu adalah contohnya. Dia meninggalkan Arsenal untuk pergi ke sebuah klub agar menjadi juara. Dan dia bergabung ke MU. Ini sangat sederhana. Cesc Fabregas juga melakukan hal serupa,” ujar Ferdinand kepada BT Sport.

“Ya, tentu saja. Pemain-pemain terbaik di dunia ingin meraih gelar juara. Ini bukan tentang uang. Pemain terbaik ingin menang,” tegas Ferdinand saat ditanya apakah Arsenal terancam ditinggal Alexis.

Pasalic Belum Pikirkan Masa Depan

Pemain tengah AC Milan Mario Pasalic mengaku tidak terlalu khawatir terkait masa depannya. Ia kini fokus bersama Rossoneri.

Pasalic sendiri adalah penggawa Chelsea yang dipinjamkan ke AC Milan di musim panas lalu. performa oke pemain timnas Kroasia itu membuat Milan berniat memboyongnya secara permanen. Pasalic pun menyerahkan semua keputusan pada Chelsea dan Rossoneri.

“Musim depan, Milan atau Chelsea? Yang pertama kita tahu tahu dulu bagaimana Chelsea inginkan, kemudian Milan, dan setelah itu aku akan melihat apa yang terbaik untuk,” kata Pasalic seperti dilansir Football Italia.

“Aku sama sekali tak merasa cemas,” ia menambahkan.

Pasalic menjadi pahlawan Rossneri ketika menundukkan Bologna. Dirinya mencetak gol kemenangan bagi Rossoneri. Padahal di laga tersebut Milan harus tampil dengan 9 pemain saja.

“Aku belum pernah menjalani pertandingan semacam itu, itu merupakan sebuah malam yang gila. Kami mempunyai empat kekalahan beruntun dan kami sadar bagaimana pentingnya pertandingan itu untuk target Eropa kami, namun juga untuk kepercayaan diri kami.”

Kemenangan tersebut membawa Milan naik ke peringkat tujuh klasemen sementara dengan koleksi 40 poin dari 23 laga.

“Saat ini Milan terpaut dua angka dari Liga Europa dan memiliki tes lain pada hari Senin menghadapi Lazio. Mereka memimpin dua poin dan akan baik untuk melihat di mana posisi kami daripada dengan pesaing lain untuk tiket Liga Europa,” Pasalic mengakhiri.

Memphis Depay Cetak Gol Perdana Untuk Lyon

Baru saja awal pekan ini Memphis Depay kena kritik habis akibat penampilan buruknya, kini tiba-tiba Memphis sudah mencetak gol pertamanya untuk Olympique Lyon.

Memphis mulai berseragam Lyon pada jendela transfer musim dingin usai direkrut dengan banderol 20 juta poundsterling dari Manchester United. Harapannya ialah kehadiran Memphis mampu menambah daya gedor lini depan Lyon yang selama ini selalu bertumpu pada Alexandre Lazacette.

Akan tetapi awal karier Memphis di Lyon tidak semulus harapannya karena dari empat laga awalnya, Memphis belum mencetak gol dan hanya dua kali bermain starter.

Bahkan penampilannya ketika Lyon tumbang di laga derby dengan skor 0-2 kontra St Etienne akhir pekan kemarin dikritik habis. Harian top Prancis, L’Equipe, memberi nilai dua bagi pemain asal Belanda tersebut.

Tak pelak para suporter Lyon cemas jika Memphis masih belum berubah ketika dirinya membela Manchester United dan bukan Memphis yang bersinar terang bersama PSV Eindhoven.

Namun peruntungan pemain asal Jerman itu mulai membaik kala Lyon bentrok melawan Nancy, Kamis (9/2/2017) dinihari WIB tadi. Menggantikan Mathieu Valbuena di akhir babak pertama, Memphis kemudian tampil cukup bagus.

Berawat dari terciptanya penalti Lacazette yang membawa Lyon memimpin 3-0 pada menit ke-54, Memphis mencatatkan namanya di papan skor tepatnya di menit ke-59, bola sambarannya berkat assist Maxime Gonalons membuat kedudukan menjadi 4-0.

Itu merupakan gol perdana Memphis dari empat laga yang ia lakoni di Ligue 1 sejauh ini. Sudah pasti Memphis berharap kariernya akan semakin meningkat di sisa kompetisi musim ini.

Cavani Bukan Kans Pulang ke Napoli

Edinson Cavani belum menutup kesempatan untuk bermain lagi di Napoli. Namun untuk sekarang ini ia merasa tidak dibutuhkan oleh Partenopei.

Sudah lebih dari tiga musim Cavani angkat kaki dari Napoli. Ia menyeberang ke Paris Saint-Germain dan telah meraih banyak trofi bergengsi.

Total ada 11 trofi yang telah diberikan Cavani untuk Les Parisiens. Seluruh titel domestik di Prancis sudah pernah irasakan pemain asal Uruguay tersebut.

Cavani sudah menjalani 178 pertandingan di berbagai kompetisi bareng PSG, dengan torehan sebanyak 112 gol.

Selama di PSG, rupanya Cavani masih ikut memantauperkembangan tim yang kini dibesut oleh Mauricio Sarri itu. Dia membuka kesempatan untuk kembali.

“Saya amat menyukai gaya bermain yang mereka tampilkan, mereka adalah tim kuat yang tampil menyerang habis-habisan,” kata Cavani di Football Italia.

“Mungkinkah saya akan kembali? Saya amat bahagia di sini, di PSG. Namun segala hal masih bisa terjadi di masa mendatang. Di saat ini mereka amat kutt, mereka tidak butuh saya,” imbuhnya.