Category Archives: Liga Italia

Dilirik Klub China, Bacca Pilih Setia di Milan

Carlos Bacca disebut-sebut menjadi bidikan klub China pada bursa transfer Januari ini. Akan tetapi penyerang asal Kolombia tersebut belum ingin meninggalkan AC Milan.

Dilaporkan oleh Tuttosport, klub-klub seperti Tianjin Quanjian, Guangzhou Evergrande, dan Beijing Guoan sedang mempertimbangkan opsi untuk menawar Bacca. Klub-klub konon siap menggelontorkan 30 juta euro untuk mendapatkan Bacca.

Agen Bacca, Sergio Barila, mengklaim kliennya memang diminati para peserta Liga Super China. Namun sayangnya Bacca masih kerasan di San Siro.

“Sejumlah klub China berminat kepada Carlos,” ucap Barila kepada calciomercato.it.

“Akan tetapi untuk saat ini dia merasa sangat bahagia di Milan dan ingin tetap. Dia datang ke Milan untuk menjadi juara dan dia mau memenangikan lebih banyak gelar setelah Supercoppa,” imbuh Barila.

“Itu adalah sebuah prestasi besar di tingkat individual dan kolektif. Memenangi satu trofi memberikan anda semangat tambahan untuk masa depan,” katanya.

Bacca sendiri direkrut dari Sevilla pada musim panas 2015 lalu. Hingga kini dia telah mencetak 26 gol dari 58 kali bertanding bersama Rossoneri.

Tomas Rincon Selangkah Lagi Gabung Juve

Daftar pemain tengah Bianconeri bakal semakin banyak dalam waktu dekat. Juventus sebentar lagi akan mendatangkan gelandang asal Venezuela, Tomas Rincon, dari Genoa.

Rincon sudah datang ke kota Turin pada Kamis (29/12/2016) pagi waktu setempat. Pemain 28 tahun tersebut bakal segera melakukan tes kesehatan sebagai bagian dari proses kepindahannya ke Juventus. Kabarnya ia bergabung ke Juve sebagai pemain pinjaman.

“Tomas Rincon telah mendarat di Turin! Pemain Venezuela itu kini akan melakukan tes kesehatan!” tulis Juve di akun Twitter mereka.

Rincon yang sekarang ini menjabat sebagai kapten tim nasional Venezuela, mulai memperkuat Genoa sejak tahun 2014 usai hengkang dari Hamburg. Di luar posisi aslinya sebagai gelandang bertahan, ia juga mampu memainkan posisi bek kanan atau gelandang kanan.

Diberitakan Gazzetta dello Sport jika pelatih Juve Massimiliano Allegri menginginkan dua orang gelandang anyar di jendela transfer musim dingin. Selain Rincon, Axel Witsel (Zenit St. Peterburg) kencang diisukan jadi bidikan selanjutnya.

Allegri tidak ingin kekurangan stok gelandang karena Kwadwo Asamoah dan Mario Lemina tak lama lagi akan absen sementara waktu guna memperkuat negara masing-masing di Piala Afrika 2017.

Moise Kean Segera Teken Kontrak Profesional di Juventus

Juventus tak perlu cemas akan ditinggal pemain mudanya Moise Kean. Pasalnya Kean bakal teken kontrak profesional pertamanya dengan Si Nyonya Tua.

Kean akhir-akhir ini namanya mencuat usai menjalani debutnya bersama Bianconeri akhir pekan lalu menghadapi Pescara. Didikan akademi klub Turin tersebut adalah pemain pertama yang mentas di Serie A di usia 16 tahun.

Beberapa hari sesudahnya, Kean juga mencatatkan rekor anyar lain ketika menjadi pemain dari milenium baru yang pertama kali mentas di Liga Champions. Kean baru turun menghadapi Sevilla pada menit ke-84 menggantikan Miralem Pjanic.

Dinilai memiliki talenta istimewa, winger berdarah Ghana itu pun tengah jadi bahan pembicaraan. Dia diprediksi bakal menjadi bintang Juve di masa depan apabila bisa mempertahankan performa okenya.

Bahaya bagi pemuda yang namanya cepat melejit ialah mereka bisa juga tenggelam seketika. Hal tersebut juga digaransi takkan terjadi pada Kean yang dalam waktu dekat bakal menerima kontrak profesional pertama dari manajemen klub.

“Dia harus bekerja keras, giat, dan rendah hati. Bila ia bersikap baik, saya pikir itu bisa menghilangan ancaman rasisme dan ketakutan. Itu akan membuat orang-orang mendukungnya, dia 200 persen orang Italia,” ujar kakak Moise Kean, Giovanni Kean, seperti dikutip Football Italia.

“Mario Balotelli adalah idolanya, namun saya tekankan jika keduanya berbeda di atas lapangan. Moise itu ingin berkorban, dia seperti itu karena diajarkan oleh Juve,” sambungnya.

Era Baru Milan Bersama Pemain-pemain Muda

Manuel Locatelli, Davide Calabria, dan Gianluigi Donnarumma, merupakan tiga pilar belia yang dipunya AC Milan saat ini. Ketiganya menjadi tumpuan manajer baru Il Diavolo, Vincenzo Montella, dan bisa membawa Milan kembali ke prestasi terbaik.

Semenjak merengkuh trofi juara terakhir musim 2010/2011, prestasi Rossoneri memang anjlok drastis. Merosotnya sepak terjang Milan dimulai di musim 2013/2014, yang mana cuma finis di urutan 8 klasemen Serie A.

Satu tahun berselang, Milan lagi-lagi turun dan finis di peringkat 10 klasemen. Walau sedikit membaik, musim lalu Milan juga tak mampu finis di posisi papan atas. Mereka gagal mentas di Eropa karena cua menempati urutan 7 klasemen Serie A musim 2015/2016.

Kini pelan-pelan Milan mulai bangkit dari masa kelam di lima musim terakhir. Kehadiran Vincenzo Montella sebagai allenatore baru, memberikan nafas segar untuk Carlos Bacca cs.

Di era Montella, Milan nampak lebih bergairah. Mantan bomber AS Roma dan Sampdoria ini menerapkan gaya permainan baru Milan dengan sosok para pemain muda.

“Milan mengawali musim dengan amat baik. Mereka melakukan pergantian pelatih lagi, namun perubahan itu terjadi dengan sangat baik,” ujar mantan bintang Milan, Alessandro Nesta, dikutip FourFourTwo.

Alhasil, kini Milan bisa menempati peringkat ketiga. Sampai giornata ke-12 Serie A, Milan meraih delapan kemenangan dan tiga kali kalah sedangkan satu sisanya berakhir seri.

“Berbeda dari beberapa musim sebelumnya yang lebih bertumpu pada pemain tua, sekarang ini mereka mempunyai banyak pemain muda. Mereka sangat bergantung kepada para pemain muda. Ini merupakan proyek yang bagus. Saya merasa dia (Montella) adalah sosok yang tepat,” katanya.

Harga Tinggi Higuain Disebut Sudah Wajar

Juventus harus merogoh kocek dalam-dalam untuk mendatangkan Gonzalo Higuain dari Napoli. Namun itu disebut manajer kondang Italia Carlo Ancelotti sudah terbukti layak.

Higuain datang usai ditebus dengan harga 90 juta euro pada bursa transfer musim panas lalu. Ia pun memecahkan rekor sebagai rekrutan termahal Italia sepanjang sejarah.

Sepanjang musim ini pemain tim nasional Argentina itu sudah mendulang sembilan gol dalam 16 penampilan di seluruh kompetisi. Memang belum sesubur musim lalu kala melesakkan 38 gol cuma dalam 42 pertandingan saja.

Namun dengan melihat sisi penyesuaian diri dengan tim baru, jumlah tersebut bisa dikatakan impresif. Ancelotti, yang sekarang membesut Bayern menganggap banderol tinggi Higuain sudah dibuktikan di atas lapangan.

“Harga yang harus dikeluarkan Juventus untuk Gonzalo Higuain itu terbukti benar. Para pemain top memiliki harganya. Dia adalah penyerang terbaik bersama (Luis) Suarez dan (Robert) Lewandowski,” katanya kepada Tuttosport dikutip Football Italia.

Terkait Lewandowski, Ancelotti menilai pemainnya tersebut berkarakter serius dan gigih, yang terlihat lewat etos kerja tingginya di lapangan. Menyangkut kans mencoba Serie A yang terkenal sulit bagi para striker, Ancelotti mengakui peluangnya amat kecil.

“Orang polandia ini merupakan seorang pemain serius. Dia bukan orang yang memulai bercanda, kendati dia memiliki relasi yang fantastis di dalam skuat,” sambung Ancelotti.

“Ia bermain amat baik, selalu membuat gol dan seorang pekerja keras.”

“Apakah dia bisa bermain di Serie A? Lewandowski adalah ikon di Bayern Munich, maka saya pikir sulit membayangkan hal tersebut terjadi. Namun di dunia sepakbola selalu ada kejutan dan anda tak tahu itu,” imbuhnya.

Icardi Harap Manajer Baru Inter Mengerti Serie A

Mauro Icardi tidak keberatan tentang siapapun yang bakal membesut Inter Milan. Dirinya hanya berpesan supaya Inter dilatih pelatih yang memahami Serie A dengan baik.

La Beneamata masih belum mempunyai manajer anyar sejak dicopotnya Frank de Boer pada awal pekan ini. Untuk sementara Inter dilatih ole Stefano Vecchi, pelatih tim Primavera Inter.

Sejumlah nama muncul akhir-akhir ini. Di antaranya ialah Stefano Pioli, Marcelino, dan Gianfranco Zola.

Klub mengumumkan paling tidak dalam 2×24 jam bakal merilis siapakah yang bakal ditunjuk. Bagaimanapun keputusan akhirnya nanti, Icardi akan menerima.

“Pemilihan tidak berada di tangan saya dan bukan saya yang memiliki hak siapa orang yang tepat. Keputusan tetap milik klub,” kata icardi seperti dikutip Football Italia.

“Jika manajer Italia yang nanti datang maka itu lebih baik karena dia sudah tahu seluk beluk liga ini. Periode Natal telah dekat dan kami tidak bisa mengalami kekalahan lagi,” tutur dia.

Sebelum ini Nerazzurri dibesut oleh manajer internasional Belanda, Frank de Boer. Di 14 paetai yang dilakoni di berbagai pentas, Inter menang lima kali, imbang dalam dua pertandingan dan tumbang tujuh kali.

Juve Butuh Waktu Capai Level Terbaik

Patrice Evra membenarkan performa Juventus sejauh ini belum mengesankan. Namun di sisi lain dia enggan terlalu cepat memberikan kritik.

Sejauh ini Juve sejatinya melangkah dengan cukup kuat. Di Serie A, mereka menguasai singgasana klasemen dengan perolehan 27 angka dari 11 laga, memimpin emapt poin dari pesaing terdekat AS Roma.

Dari 11 laga berjalan, mereka baru dua kali kalah yakni dari Inter Milan dan AC Milan.

Sedangkan di turnamen Liga Champions, pasukan armada Massimiliano Allegri berada di posisi dua. Dengan delapan angka dari empat laga, Juve tertinggal dua poin di bawah Sevilla. Catatan Gonzalo Higuain cs. kurang oke lantaran cuma dua kali menang dan seri dua kali.

Fullback andalan Bianconeri Patrice Evra melihat timnya belum tampil dengan potensi yang mereka miliki. Masih butuh waktu khususnya bagi penggawa baru untuk menyatu dengan tim.

“Saya tak pernah berkata segalanya berjalan bagus dan kami menampilan sepakbola yang bagus, karena saya juga kurang puas dengan performa tim ini, kami bisa lebih baik 10 kali lipat,” kata Evra kepada Sky Sport Italia.

“Walau begitu kami baru bermain bersama selama tiga bulan. Ada para pemain baru dan kondisinya tidaklah gampang, karena bermain untuk Juventus sangat berbeda.”

“Di klub ini anda tak bisa berbuat kesalahan. Bermain imbang saja seperti akhir dunia. Jika anda kalah, maka terlihat seseorang baru saja mati.”

“Pada akhirnya target yang ingin dicapai ialah meraih Scudetto dan Liga Champions. Seperti yang telah dikatakan Mr. Allegri, ini bukan seperti seolah-olah kami akan meraih itu hari ini atau besok,” ujarnya sebagaimana dikutip Football Italia.

Milan Imbangi Fiorentina, Montella Tak Puas

Allenatore AC Milan, Vincenzo Montella, membenarkan jika timnya tampil cukup mengecewakan saat menghadapi Fiorentina. Montella menilai Milan lolos dari ujian dengan angka minimal.

I Rossoneri pulang dengan hasil seri tanpa gol dalam pertandingan di Artemio Franchi, Senin (26/9/2016) dinihari WIB. Pada laga tersebut, Milan lebih banyak diserang dan cuma menguasai bola sebanyak 38 persen saja

Sementara tuan rumah menciptakan 20 peluang bikin gol kendati hanya lima yang mengarah ke gawang. Milan membuat 12 upaya tapi hanya satu on target.

Kans terbaik La Viola terjadi pada menit ke-23 ketika mereka mendapat hadiah penalti. Tapi sayang Josip Ilicic yang maju sebagai eksekutor gagal menyelesaikan tugasnya dengan baik.

“Kami kurang keberanian di paruh pertama. Fiorentina sedikit unggul (di babak pertama), namun secara keseluruhan saya melihat pertandingan yang cukup seimbang,” ujar Montella seusai pertandingan.

“Tim kami memberi mereka ruang terlalu banyak. Kami takut, dan saya berharap lebih. Setelah turun minum, kami menciptakan lebih banyak peluang dan saya betul-betul menyukai keinginan kami untuk menang,” tambahnya.

Menurut Montella, Milan telah sukses melewati satu ujian berat di kandang Fiorentina walau dengan hasil yang tidak bisa dibilang gemilang.

“Pertandingan itu seperti ujian dan kami melewatinya dengan angka minimal. Kami harus lulus dengan nilai lebih banyak,” katanya.

Milan sekarang bercokol di posisi enam klasemen Serie A dengan raihan 10 angka dari enam pertandingan.

Cesare Prandelli Merapat ke Lazio

Eks juru taktik tim nasional Italia, Cesare Prandelli, kabarnya kian dekat ke gerbang masuk klub Serie A, Lazio. Dikutip Football Italia, Prandelli telah bertemu dengan pihak manajemen untuk membahas kerjasama.

Tak hanya Football Italia, jurnalis senior Italia, Gianluca Di Marzio, melalui situsnya juga mengonfirmasi pertemuan antara Prandelli dan manajemen Lazio. Prandelli kabarnya telah berjumpa langsung dengan bos klub, Claudio Lotito.

Usai gagal mengantarkan Gli Azzurri lolos fase grup di Piala Dunia 2014, Prandelli lantas sempat menukangi klub top Turki, Galatasaray. Ia ditunjuk sebagai pengganti Roberto Mancini yang pulang ke Inter Milan saat itu.

Tapi sayang Prandelli dinilai gagal membawa Wesley Sneijder dkk. ke puncak performa sampai pada akhirnya, Prandelli dipecat dari kursi pelatih Galatasaray usai cuma menangani klub itu selama 147 hari. Setelah didepak Galatasaray, tepatnya pada tanggal 28 November 2014, Prandelli belum lagi melatih klub mana pun.

Lazio sendiri hingga detik ini masih belum menemukan sosok manajer baru. Setelah pemecatan Stefano Pioli awal April lalu, I Biancocelesti lantas dilatih sementara oleh bekas pemainnya, Simone Inzaghi.

Inzaghi dipercaya melatih Tim Elang Ibukota sampai akhir musim. Tapi hingga detik ini manajemen klub belum menyodorkan kontrak permanen kepada saudara kandung Filippo Inzaghi tersebut.

Direktur Olahraga Lazio, Igli Tare, diperkirakan bakal mengumumkan nama manajer baru akhir pekan ini. Disamping Prandelli, Lazio sempat dihubungkan dengan mantan arsitek tim nasional Chile, Jorge Sampaoli.

Trofi Coppa Italia Jadi Penyelamatan Musim AC Milan

Peluang terakhir bagi AC Milan untuk mengakhiri musim 2015/2016 dengan penuh arti. Mereka wajib menang atas Juventus pada babak final Coppa Italia.

Milan gagal menyelesaikan target yang mereka canangkan di awal musim. Setelah gagal bertarung dengan tim teratas serta melaju ke Liga Champions, kali ini mereka terancam tak dapat jatah ke Liga Europa. Pergantian manajer lagi-lagi dilakukan Rossoneri, memperpanjang tradisi mereka di beberapa musim belakangan.

Namun tim arahan Christian Brocchi memiliki satu peluang terakhir untuk menyelamatkan muka mereka musim ini. Peluang tersebut hadir di turnamen Coppa Italia, yang mana mereka akan berjumpa Juventus dalam final yang digelar Sabtu (21/5/2016) besok waktu setempat.

“Kemenangan di Coppa bakal memberi arti besar pada musim ini,” ujar Presiden Silvio Berlusconi di situs resmi klubnya.

“Anda harus mengeluarkan semua yang anda miliki, bahkan lebih dari itu. Itu bakal menjadi sebuah loncatan besar untuk Milan melangkah ke Liga Europa, yang juga akan membuat Milan memenangi gelar ke-29 dalam tiga dekade terakhir,” lanjut Berlusconi.

Kesempatan Milan memenangi Coppa Italia memang dinilai tidak sebesar Juventus. Il Diavolo tidak pernah menang atas rivalnya itu sejak November 2012. Sedangkan pada dua pertemuan musim ini, Milan pun selalu menderita kekalahan, tunduk 0-1 di Turin dan kandas 1-2 saat tampil di San Siro.