Category Archives: Liga Jerman

Tuchel Paham Keinginan Aubameyang Gabung Madrid

Thomas Tuchel selaku manajer Borussia Dortmund memahami keinginan Pierre-Emerick Aubameyang untuk membela Real Madrid. Akan tetapi situasi Aubameyang saat ini not for sale.

Penyerang asal Gabon tersebut sudah mencatatkan 108 penampilan di Bundesliga. Secara terbuka Aubameyang sudah membeberkan keinginannya memperkuat El Real di masa depan. Walau Madrid bukan satu-satunya klub yang berpeluang jadi klub barunya nanti.

Kerjasama Aubameyang di Signal Iduna Park masih akan berlangsung hingga tahun 2020. Sedangkan Madrid masih berada dalam usaha banding di Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS), menyangkut sanksi larangan transfer sampai Januari 2018.

“Sangat wajar apabila suatu saat nanti ia ingin berada di Real Madrid, tiap pesepakbola dengan kualitas speertinya akan ingin bermain di salah satu tim terbaik di dunia,” ungkap Tuchel, yang dilansir Sky Sports.

“Namun pandangan saja sudah jelas. Kami tak bisa mencapai tujuan-tujuan kami tanpa dia. Dia merupakan seorang pemain top, ia bisa memberikan perbedaan.”

Dortmund dan Madrid bakal saling bentrok di Santiago Bernabeu malam ini (7/12/2016) guna menjalani partai penentuan juara Grup F di Liga Champions. Berbekal gap dua poin, Die Borussen cuma butuh hasil seri saja.

Bungkam Mainz 3-1, Bayern Rajai Klasemen Bundesliga

Bayern Munich kembali ke tren kemenangan saat mengalahkan Mainz dengan skor 3-1. Lebih dulu kemasukan gol cepat, Bayern bangkit dan melesakkan tiga gol balasan.

Dalam lawatan ke Opel Arena, Sabtu (3/12/2016) dinihari WIB, Robert Lewandowski jadi inspirator kemenangan Die Roten dengan menyumbang sepasang gol. Sebiji gol lain dicetak oleh winger veteran Arjen Robben.

Mainz membuat kejutan usai Jhon Cordoba mencetak gol cepat ketika laga belum genap lima menit. Akan tetapi Bayern langsung membalas melalui gol Lewandowksi sebelum sukses memutar situasi usai Robben membuat gol kedua.

The Bavarians harus menunggu hingga menit-menit akhir untuk mengunci kemenangan. Lewandowski lagi-lagi menorehkan namanya di papan skor setelah sepakan bebas kaki kanannya meluncur deras ke gawang Mainz.

Berkat kemenangan ini tim arahan Carlo Ancelotti menggeser RB Leipzig dari peringkat pertama di klasemen sementara setelah sama-sama meraih 30 angka. Akan tetapi Leipzig bisa merebut lagi tempatnya andai tidak kalah menghadapi Schalke, Minggu (4/12/2016) dinihari WIB.

Susunan Pemain

MAINZ: Lössl, Donati, Hack (Oeztunali 62′), Bell, Balogun, Frei (Latza 72′), Ramalho (De Blasis 81′), Brosinski, Malli, Onisiwo, Jhon Cordoba

BAYERN MUNICH: Neuer; Kimmich (Vidal 76′), Martínez, Hummels, Alaba; Lahm, Thiago; Robben, Mueller, Ribéry (Douglas Costa 66′); Lewandowski

Bayern Sudah Salah Pilih Ancelotti

Semenjak kepergian Pep Guardiola, Bayern Munich tidak lagi perkasa di ajang Bundesliga Jerman. Bayern dianggap sudah membuat kesalahan dengan memilih Carlo Ancelotti sebagai pelatih.

Tiga tahun di bawah kepelatihan Guardiola, Bayern tak terbendung di liga. Bukan hanya selalu menjadi kampiun Bundesliga, Die Roten juga seperti tidak memiliki rival setara. Hal tersebut nampak dari jarak angka yang selalu mencapai dua digit dengan tim yang menjadi runner-up pada akhir musim.

Dengan komposisi pemain yang sebagian besar sama, laju Bayern rupanya tidak mulus-mulus amat pada musim ini. Di bawah asuhan Ancelotti, The Bavarians telah beberapa kali tersandung.

Di kancah Bundesliga, Bayern kini menempati urutan dua di papan klasemen sementara. Mereka di belakang tim promosi RB Leipzig dengan selisih tiga poin.

Sedangkan di arena Liga Champions, Bayern melaju ke babak perdelapan final hanya sebagai runner-up grup. Ini tak pernah terjadi di era Guardiola.

Eks pemain Bayern, Ze Roberto, yang pernah menyumbangkan empat trofi Bundesliga, merasa ragu Ancelotti bakal mencapai keberhasilan yang serupa dengan Guardiola di Bayern.

“Bayern sudah berbuat kesalahan dengan menunjuk Carlo Ancelotti,” ucap Ze Roberto kepada stasiun televisi Sport1.

“Tapi bukan hal yang mudah menemukan seseorang yang tingkatnya sama dengan Pep Guardiola, maupun seseorang yang paling tidak mempunyai filosofi yang mirip,” kata pemain asal Brasil itu.

Robben Belum Pikirkan Kontrak Kontrak Baru

Kerjasama antara Bayern Munich dan Arjen Robben akan berakhir pada akhir musim ini. Akan tetapi sang bintang belum berpikir sama sekali terkait kontrak baru.

Robben walaupun di beberapa tahun terakhir kerap diserang cedera, masih menjadi tumpuan Die Roten di barisan depan. Meski telah memiliki Kingsley Coman dan Douglas Costa, Robben nampaknya selalu diutamakan tim bersama dengan Franck Ribery.

Sejauh musim ini Robben cukup bagus dengan koleksi empat gol dan empat assist dari tujuh penampilan di berbagai kompetisi. Melihat kontribusinya seperti ini sudah pasti kubu Bayern belum mau ditinggal winger berusia 32 tahun tersebut.

Robben dinilai masih menjadi bagian penting The Bavarians untuk merajai Jerman dan Eropa musim ini.

Menyangkut masa depannya di Allianz Arena musim depan, Robben belum ingin memikirkannya dan lebih fokus konsisten menjaga penampilannya dan tentu saja terbebas dari cedera.

“(Rummenigge) memiliki nomor telepon ayah saya (agen Robben), maka dia bisa menghubunginya kapapun untuk untuk minum kopi. Namun itu bukan yang paling penting bagi saya,” ujar Robben usai laga kontra Augsburg semalam.

“Harapan saya ialah tetap ada dalam kondisi fisik terbaik dan bermain bagus. Kami tahu betapa pentingnya kami (dia dan Bayern) satu sama lain,” lanjutnya seperti dikutip Soccerway.

“Saya bicara jujur, saya belum terlalu memikirkan itu. Saya cuma ingin di sini dan fokus tampil bagus.”

“Mendapatkan kontrak atau tidak, saya tetapi di Bayern Munich. Saya tahu kontrak saya berakhir di tahun 2017, itu masalah lain, yang penting ialah tetap fit, lalu saya bisa mendapat ritme bertanding dari situ. Yang ketiga mungkin barulah soal kontrak baru,” tutupnya.

Pemain Dortmund Tak Kaget Gundogan Pergi

Kepergian Ilkay Gundogan dari Borussia Dortmund ke Manchester City rupanya tak membuat rekan-rekan satu tim terkejut. Mereka sudah lama tahu apa yang menjadi keinginan Gundogan.

Usai lima musim berseragam Dortmund, Guendogan hijrah ke City dengan banderol transfer yang kabarnya mencapai angka 21 juta poundsterling (sekitar Rp 414 miliar). Dia sudah teken kontrak dengan jangka waktu empat musim bersama The Citizens.

Mats Hummels, yang belakangan ini juga hengkang dari Signal Iduna Park untuk menyeberang ke Bayern Munich turut senang karena kompatriotnya telah mendapat yang ia inginkan.

“Kami semua telah mengetahuinya dalam waktu yang sangat lama jika dia menginginkan hal ini,” ucap Hummels seperti dikutip Soccerway.

“Saya turut gembira untuknya karena kini hal itu telah menjadi nyata. Maka saya harap dia membuat keputusan bagus dan khususnya dia bisa segera fit,” tambahnya.

“Karena apabila anda tak fit, anda akan percuma saja di sana, anda tidak mungkin bermain,” kata Hummels.

Hal yang sama juga diutarakan oleh pemain Dortmund, Julian Weigl. Weigl juga meyakini timnya tidak akan terguncang selepas kepergian Guendogan.

“Tentu dia merupakan salah satu anggota tim yang penting. Saya bermain cukup baik ketika dia bersama-sama dengan saya. Kami sangat cocok,” ujar Weigl.

“Maka tim kami juga merasa kehilangan. Akan tetapi kami tahu sudah lama jika ingin bermain di tim lain,” lanjutnya.

“Tiap orang memiliki keputusannya masing-masing dan dia menempuh jalan tersebut. Saya pikir Dortmund sudah sangat siap,” kata Weigl.

Pintu Dortmund Terbuka Selalu Untuk Gotze

Spekulasi terkait kelanjutan nasib Mario Gotze bersama Bayern Munich masih menjadi tanda tanya besar. Borussia Dormund mengaku bakal selalu membuka gerbang masuk jika sang pemain memang ingin pulang.

Gotze konon sudah tak kerasan lagi bermukim di di Allianz Arena. Hal tersebut juga dibenarkan oleh rekan satu timnya di Bayern, Thomas Mueller.

Musim ini Gotze yang diboyong dengan banderol mahal tahun 2013 silam cuma dimainkan sebanyak delapan kali dan baru mencetak satu gol saja.

Mengetahui situasi tersebut, sejumlah kub pun tertarik untuk menyelamatkan karier kelam Gotze dari Bayern. Tidak hanya Dortmund, Juventus dan Liverpool yang kini dilatih oleh Jurgen Klopp masuk dalam antrean.

Terkait masa depan pesepakbola asal Jerman ini, petinggi Dortmund, Hans-Joachim Watzke, mengatakan jika dirinya enggan untuk membicarakan topik tersebut. Dengan tegas dia mengatakan apabila pemain 23 tahun itu masih menjadi pemain resmi Bayern.

“Mario merupakan pemain Bayern. Dia masih terikat kontrak hingga tahun 2017 dan saya tak mendengar baik dari klub atau dia, jika mereka berharap untuk menyudahi kerjasama,” kata Watzke di Soccerway.

“Dengans situasi yang ada saat ini, hal tersebut bukan hal yang pas menjadi bahan pembahasan kami.”

“Namun bagi tiap pemain yang pernah memiliki peran klub ini, pintu untuk kembali selalu terbuka. Hal itu tidak usai dipertanyakan lagi,” imbuhnya.

Memang dulu Gotze merupakan bintang sekaligus andalan Die Borussen. Selama bertahan di Signal Iduna Park, ia mempersembahkan dua gelar Bundesliga serta satu titel Piala Jerman.

Ancelotti Layak Tangani Bayern Munich

Musim depan, Pep Guardiola, pelatih Bayern Muchen akan meninggalkan klubnya dan melatih Manchester City, namun ternyata hal tersebut, tidak sepenuhnya mendapat tanggapan negative dari public Bayern Munich. Dan malah menimbulkan reaksi berbeda, reaksi tersebut datang untuk menyorot calon pengganti Pep, Carlo Ancelotti.

Luca Toni, mantan penyerang The Bavarians tersebut mempercayai jika sosok Carlo Ancelotti merupakan sosok pelatih yang sempurna. Tak hanya itu, mantan pelatih Real Madrid tersebut mendapat pujian dari Toni, terkait sikap profesionalisme-nya.

Pep Guardiola akan digantikan oleh Don Carlo untuk menjadi pemimpin armada Allianz Arena di akhir musim 2015-2016, merupakan sebuah hal yang dirasa sangat pantas dengan perjalanan yang telah dilalui oleh pria berusia 56 tahun tersebut, melalui segudang pengalamannya dalam melatih sejumlah tim elit Eropa selama ini.

“Dia telah meraih gelar di Italia, Spanyol, Inggris dan juga Prancis, Ancelotti adalah seorang pemenang.” Tutur Toni pada Velona Bild.

“Dia merupakan sosok yang memiliki sikap profesional, dan dia juga sangat ramah kepada setiap orang, pemain, kolega dan juga para wartawan. Banyak pemain yang saya temui selalu membicarakan tentang Ancelotti, untuk dirinya tidak pernah ada kalimat selain pujian, bahkan mereka yang tidak selalu berkesempatan bermain. Dan untuk Bayern, dia merupakan pelatih yang sangat sempurna.” Papar mantan bomber Fiorentina itu.

Meski begitu, Toni juga telah menyadari jika tugas berat telah menanti Ancelotti agar dapat melampaui pendahulunya di Bayern. Sejak kedatangan Guardiola di Bayern, dirinya telah membawa Bayern untuk back-to-back meraih gelar Bundesliga, dan menempati posisi untuk meraih tiga gelar secara beruntun.

“Ancelotti, pasti akan mengalami kesulitan dalam meningkatkan prestasi tim yang telah berada pada tingkat yang sangat tinggi, ketika diasuh Guardiola.” Pungkas penyeran Hellas Verona tersebut.