Category Archives: Liga Lain

Verratti Ingin Raih Trofi UCL Bersama PSG

Marco Verratti sudah menegaskan tekadnya untuk tetap bertahan di Paris Saint-Germain (PSG). Bersana PSG, gelandang tim nasional Italia tersebut ingin menjuarai Liga Champions.

Pada beberapa waktu belakangan Verratti dihubungkan dengan klub semacam Juventus, Inter Milan, Real Madrid, Chelsea, dan Manchester United. Dari rentetan, Bianconeri dan Nerazzurri diindikasikan menjadi yang paling berhasrat guna menggaet jasa pemain 23 tahun itu.

Sekarang rumor itu sudah tuntas. Bekas penggawa Pescara itu menyatakan sikapnya untuk terus bersama dengan Les Parisiens dan memburu trofi Liga Champions.

“Saya mau bertahan di PSG. Saya senang berada dalam proyek jangka panjang klub dan tak ada banyak klub di Eropa yang menetapkan proyek seperti ini. Saya punya target untuk memenangi Liga Champions bersama PSG,” kata Verratti kepada Stade 2 seperti dikutip Football Italia.

Lengkah si pemain ini sepertinya tak luput dari kehadiran Unai Emery. Manajer baru PSG musim ini selalu memberi motivasipada sang gelandang di tiap-tiap pertandingan.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Unai Emery lantaran dirinya selalu menyemangati saya untuk meningkatkan performa,” sambung pemain yang disebut-sebut sebagai titisan Andrea Pirlo.

“Sekarang ini saya bisa tampil tiga kali dalam sepekan tanpa merasa kelelahan. Pada sepakbola modern, faktor terpenting ialah kesiapan fisik,” tegas pria kelahiran 5 November 1992 itu.

Keinginan Verratti untuk memenangi Liga Champions bisa dimulai pada Kamis (9/3/2017) dinihari WIB. Mereka harus mampu pertahankan keunggulan agregat 0-4 pada pertemuan kedua 16 besar Liga Champions atas Barcelona di Camp Nou.

Kartu Merah Ketiga Balotelli di Nice

Mario Balotelli menerima kartu merah ketiganya di Nice. Kartu tersebut ia dapat setelah mengolok-olok wasit walaupun Balotelli tidak disalahkan sang manajer.

Striker asal Italia berusia 26 tahun itu diberi dihadiahi kartu merah langsung oleh wasit Tony Chapron pada menit ke-68 kala Nice menang 1-0 di markas Lorient dalam pertandingan Ligue 1, Minggu (19/2/2017).

Ada rumor soal alasan dari dikartumerahnya Balotelli. Namun dilapokan oleh suratkabar L’Equipe mengutip Chapron yang mengklaim, “Dia mencaci saya dalam bahasa Inggris. Saya tidak akan merinci, namun kata-kata itu sangat klasik.”

Kendati begitu, pelatih Nice Lucien Favre tak ingin menyalahkan eks pemain AC Milan itu atas kartu merahnya, meski menyatakan tak mudah mempertahankan keunggulan tipis dengan kehilangan satu pemain.

“Saya bukan orang seperti itu (menyalahkan). Memang berat harus tampil dengan 10 pemain saat laga tersisa 25 menit,” kata Favre seperti dikutip Soccerway.

“Jelang tiap laga, kata-kata terakhir saya di ruang ganti ialah supaya tak terkena kartu merah dan tidak membuat lawan dapat tendangan penalti.

“Saya tak tidak tahu ketika hal itu terjadi. Mungkin ada kata-kata tertentu, entahlah. Mario telah berlatih dengan baik, lebih terlibat,” tuturnya.

Memphis Depay Cetak Gol Perdana Untuk Lyon

Baru saja awal pekan ini Memphis Depay kena kritik habis akibat penampilan buruknya, kini tiba-tiba Memphis sudah mencetak gol pertamanya untuk Olympique Lyon.

Memphis mulai berseragam Lyon pada jendela transfer musim dingin usai direkrut dengan banderol 20 juta poundsterling dari Manchester United. Harapannya ialah kehadiran Memphis mampu menambah daya gedor lini depan Lyon yang selama ini selalu bertumpu pada Alexandre Lazacette.

Akan tetapi awal karier Memphis di Lyon tidak semulus harapannya karena dari empat laga awalnya, Memphis belum mencetak gol dan hanya dua kali bermain starter.

Bahkan penampilannya ketika Lyon tumbang di laga derby dengan skor 0-2 kontra St Etienne akhir pekan kemarin dikritik habis. Harian top Prancis, L’Equipe, memberi nilai dua bagi pemain asal Belanda tersebut.

Tak pelak para suporter Lyon cemas jika Memphis masih belum berubah ketika dirinya membela Manchester United dan bukan Memphis yang bersinar terang bersama PSV Eindhoven.

Namun peruntungan pemain asal Jerman itu mulai membaik kala Lyon bentrok melawan Nancy, Kamis (9/2/2017) dinihari WIB tadi. Menggantikan Mathieu Valbuena di akhir babak pertama, Memphis kemudian tampil cukup bagus.

Berawat dari terciptanya penalti Lacazette yang membawa Lyon memimpin 3-0 pada menit ke-54, Memphis mencatatkan namanya di papan skor tepatnya di menit ke-59, bola sambarannya berkat assist Maxime Gonalons membuat kedudukan menjadi 4-0.

Itu merupakan gol perdana Memphis dari empat laga yang ia lakoni di Ligue 1 sejauh ini. Sudah pasti Memphis berharap kariernya akan semakin meningkat di sisa kompetisi musim ini.

Draxler Sebut Gabung PSG Keputusan Tepat

Kendati diburu banyak klub besar Eropa, Julian Draxler memilih bergabung dengan Paris St-Germain. Draxler meyakini langkah yang ia tempuh sudah tepat untuk perkembangan kariernya.

Sepanjang paruh pertama Bundesliga musim ini sinar Draxler memang meredup menyusul keengganannya bermain lagi untuk Wolfsburg. Alasannya sudah sejak musim panas kemarin Draxler berniat meninggalkan klub itu.

Usai dikaitkan dengan sederet klub papan atas seperti Arsenal dan Liverpool, Draxler pada akhirnya akhirnya memutuskan menerima tawaran merumput Prancis dan bermain di PSG.

Harga transfernya mencapai 35 juta euro itu pun dipertanyakan mengingat Draxler ibarat “keluar dari mulut buaya, masuk mulut harimau” karena sengitnya persaingan dalam tim itu.

Di posisinya, Draxler harus berebuet dengan Javier Pastore, Lucas Moura, Angel Di Maria, dan Hatem Ben Arfa. Wajar apabila muncul keraguan pemain asal Jerman ini akan sukses di klub barunya.

Kendati begitu Draxler optimis bila PSG bakal membuat kiprahnya kian berkembang ke depannya. Paling tidak itu dibuktikan melalui sepasang gol dari empat penampilan sejauh ini bersama Les Parisiens.

“Saya yakin saya telah memutuskan hal yang tepat bagi karier ke depan,” ujar Draxler seperti dikutip Soccerway.

“PSG memiliki potensi luar biasa dan telah menerima pengakuan dalam beberapa tahun terakhir. Saya pun memiliki target yang sama,” sambungnya.

“Saya bertekad menjadi lebih baik, seperti halnya klub dan kami mau mencapai level teratas di Eropa. Kami berada di trek yang benar.”

“Saya dan klub tentu bisa meraih misi ini bersama-sama,” tutupnya.

Erick Thohir Ucapkan Selamat Atas Kemenangan Indonesia

Timnas Indonesia berhasil melalui ujian di pertemuan pertama final Piala AFF 2016. Pasukan armada Alfred Riedl berhasil menggasak Thailand dengan skor 2-1, Rabu, 14 Desember 2016.

Pastinya hal itu jadi bekal penting sebelum menjalani leg kedua. Pasalnya Indonesia cuma perlu hasil seri untuk menorehkan sejarah sebagai kampiun Piala AFF untuk pertama kalinya.

Dalam pertandingan ini, Skuat Garuda membuktikan diri punya mental juara. Walau lebih dulu ketinggalan, mereka mampu memutar skor berkat gol yang dilesakkan Rizky Pora dan Hansamu Yama.

Ucapan selamat pun terlontar dari banyak pihak, termasuk Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Erick Thohir. Ia berharap usaha ini menghasilkan titel juara di leg kedua nanti.

“Kami dari KOI memberikan selamat kepada tim nasional Indonesia. Perjuangan mereka takkan sia-sia,” ujar Erick Thohir usai nonton bareng bareng awak media di Segara Resto, Ancol.

“Namun selamat disini bakal lebih sempurna apabila kita bisa menjadi juara. Sebab, bermain di Thailand jauh lebih berat, tekanan dari fans mereka menjadi lebih besar,” lanjutnya.

Leg II nanti bakal dilangsungkan 17 Desember mendatang. “Dengan sedikitnya waktu untuk istirahat yaitu dua hari, mereka harus mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya, dari fisik dan juga mental,” ujarnya.

Riedl Bocorkan Formasi Indonesia Lawan Thailand

Timnas Indonesia akan bentrok kontra Thailand dalam pertandingan final Piala AFF 2016. Indonesia bakal lebih dulu menjadi tuan rumah, pada 14 Desember 2016 di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor.

Sementara leg kedua bakal bergulir di Thailand pada 17 Desember 2016. Manajer tim nasional Indonesia, Alfred Riedl mengungkapkan, semua pemain Indonesia sekarang dalam kondisi siap tempur.

“Fisik dan stamina pemain kian meningkat dari tiap pertandingan ke pertandingan. Fisik pemain meningkat karena laga itu sendiri adalah bagian dari latihan,” kata Riedl, Senin 12 Desember 2016.

Ketika ditanya tentang formasi yang bakal diterapkan untuk skuat Garuda, Riedl tak mau memberi jawaban secara detil. Kendati dalam sesi latihan, Riedl menerapkan pakem 4-2-3-1.

“Kalian (wartawan) bebas memberitakan apapun soal formasi, tapi saya tak ingin dengan mudah membocorkannya. Bisa saja saya memakai formasi 4-2-3-1 maupun yang lain, tergantung situasinya nanti. Saya masih memiliki waktu hingga hari Rabu jam 11 siang,” ujar Riedl.

Sedangkan pada fase Grup A lalu, Thailand sukses mencukur Indonesia dengan skor cukup telak 4-2. Riedl pun mengaku, telah mengetahui titik lemah Thailand.

La Nyalla Mattalitti Buron, PSSI Masih Bungkam Soal KLB

Pada pekan ini, ada iisue yang memberitakan bahwa terjadi kasus dugaan korupsi yang melibatkan La Nyalla Mattalitti. Meski mengedepankan asas praduga tak bersalah, namun Ketua PSSI diminta rela untuk melepas sendiri Jabatan Ketua PSSI. Berdasarkan informasi dari para media, memberitakan bahwa La Nyalla Mattalitti ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penyalahgunaan dana hibah dari Pemrov Jatim pada tahun 2012 sebesar 5,3 Milliar rupiah.

Meski masih belum resmi sebagai terdakwa, menurut pengamat ssepak bola, Sumohad mengatakan bahwa sejatinya pemimpin olahraga harus mencerminkan sikap sportivitas dan tidak tercela di mata hukum. Kita harus menghargai proses hukum praperadilan yang diajukan oleh La Nyalla Mattalitti. Tapi, kalau ditolak, saya rasa sudah sepantasnya beliau legowo melepaskan jabatannya di olahraga.

Pengamaat sepak bola, Sumohadi mengatakan bahwa meski belum tentu bersalah, namun pemimpin olahraga harus menjadi cermin jiwa sportif. Dia harus legowo melepaskan jabatannya demi menjunjung tinggi prinsip olahraga. Secara organisasi, PSSI meski statusnya masih dibekukan oleh Kemenpora harus menentukan sikap yang jelas terhadap kasus yang menyangkut La Nyalla sebagai ketua. Posisinya saat ini serba membingungkan. Di satu sisi status PSSI masih dibekukan Kemenpora, jadi apapun kegiatannya tidak diakui pemerintah. Tapi, di sisi lain PSSI harus mempunyai rencana jika sanksi dicabut. Idealnya harus ada ketua baru untuk memimpin induk organisasi sepak bola Tanah Air.

Pergantian ketua umum PSSI sejatinya harus melalui Kongres Luar Biasa (KLB) yang melibatkan seluruh anggotanya (klub dan Asprov PSSI). Namun, hingga kini para pejabat PSSI memilih bungkam dan tetap mendukung La Nyalla Mattalitti sebagai Ketua PSSI. Setelah ditetapkan sebagai tersangka, La Nyalla Mattalitti mangkir dari sidang pengadilan. Bahkan, mantan Ketua Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia (KPSI) itu pun ditetapkan sebagai buronan karena bertolak ke luar negeri.

Sumohadi mengatakan bahwa kita hargai asas praduga tak bersalah bagi setiap warga negara. Tapi, di dalam olahraga berbeda. Setiap orang yang tersangkut proses hukum meski belum tentu bersalah, harus sportif menanggalkan jabatannya dulu demi menjunjung nilai-nilai olahraga. Suportivitas harus dijunjung tinggi