Tag Archives: ac milan

Montella Impikan Melatih Klub Inggris

Sekarang ini kiprah kepelatihan Vincenzo Montella sedang meningkat. Apabila sudah betul-betul matang, Montella punya harapan untuk membesut klub-klub Premier League.

Montella sekarang menukangi AC Milan sejak awal musim ini, yang merupakan klub kelima sepanjang kariernya. Awal karier manajerialnya berawal dari tim Roma U-15 pada 2009 sebelum jadi caretaker pada 2011.

Kemudian Montella baru menjadi manajer tetap pada 2011 ketika dikontrak oleh Catania. Cuma satu musim di klub itu, Montella kemudian membesut Fiorentina pada 2012 sampai 2015.

Bersama La Viola, Montella lantas mulai mengangkat namanya dan mengantarkan klub itu bertarung di papan serta sempat melangkah hingga babak final Coppa Italia plus semifinal Liga Europa.

Namun sayang Montella kemudian didepak pada 2015 dan hijrah ke Sampdoria hingga ditunjuk Milan. Kendati belum meraih gelar, hal yang diperlihatkan di klub sebelumnya dan Milan saat ini membuatnya dipuji-puji sebagai salah satu manajer terbaik di Serie A saat ini.

Wajar saja apabila ada isu dirinya akan menyeberang ke Inggris. Montella pribadi tidak membantah peluang itu.

“Saya tidak menutup pintu rapat-rapat untuk melakukan itu (melatih di luar Italia), itu akan memperkaya diri sendiri,” ujar Montella seperti dikutip Football Italia.

“Sejumlah liga serta kota yang saya sukai di Eropa, contohnya London…,” sambungnya.

Inggris sendiri cukup familiar bagi Montella yang pernah bermain bersama Fulham di paruh kedua musim 2006/2007 dengan mencetak lima gol dari 14 penampilan.

Pasalic Belum Pikirkan Masa Depan

Pemain tengah AC Milan Mario Pasalic mengaku tidak terlalu khawatir terkait masa depannya. Ia kini fokus bersama Rossoneri.

Pasalic sendiri adalah penggawa Chelsea yang dipinjamkan ke AC Milan di musim panas lalu. performa oke pemain timnas Kroasia itu membuat Milan berniat memboyongnya secara permanen. Pasalic pun menyerahkan semua keputusan pada Chelsea dan Rossoneri.

“Musim depan, Milan atau Chelsea? Yang pertama kita tahu tahu dulu bagaimana Chelsea inginkan, kemudian Milan, dan setelah itu aku akan melihat apa yang terbaik untuk,” kata Pasalic seperti dilansir Football Italia.

“Aku sama sekali tak merasa cemas,” ia menambahkan.

Pasalic menjadi pahlawan Rossneri ketika menundukkan Bologna. Dirinya mencetak gol kemenangan bagi Rossoneri. Padahal di laga tersebut Milan harus tampil dengan 9 pemain saja.

“Aku belum pernah menjalani pertandingan semacam itu, itu merupakan sebuah malam yang gila. Kami mempunyai empat kekalahan beruntun dan kami sadar bagaimana pentingnya pertandingan itu untuk target Eropa kami, namun juga untuk kepercayaan diri kami.”

Kemenangan tersebut membawa Milan naik ke peringkat tujuh klasemen sementara dengan koleksi 40 poin dari 23 laga.

“Saat ini Milan terpaut dua angka dari Liga Europa dan memiliki tes lain pada hari Senin menghadapi Lazio. Mereka memimpin dua poin dan akan baik untuk melihat di mana posisi kami daripada dengan pesaing lain untuk tiket Liga Europa,” Pasalic mengakhiri.

Bacca Tegaskan Tak Punya Masalah Dengan Montella

Ujung tombak I Rossoneri, Carlos Bacca, menyatakan tak punya masalah dengan manajer Vincenzo Montella. Dirinya telah berbicara dengan pelatih selepas pertandingan kontra.

Milan harus tumbang ketika menjamu Sampdoria dalam lanjutan Serie A Italia. Di San Siro, Minggu (5/2/2017) malam WIB, Rossoneri menyerah dari Sampdoria dengan skor akhir 0-1.

Eksekusi penalti yang diselesaikan Luis Muriel menjadi penentu kemenangan tim tamu. Rossoneri pun masih tertahan di peringkat tujuh klasemen mengumpulkan 37 poin.

Bacca sendiri hanya merumput selama 45 menit dalam pertandingan Milan melawan Sampdoria itu. Dia memperlihatkan ketidaksukaannya akibat pergantian itu.

Walau demikian, eks pemain Sevilla ini mengungkapkan bahwa tidak ada masalah dengan Montella. Sebagai permintaan maaf, dirinya bakal mentraktir semua pemain.

“Tidak ada masalah dengan manajer,” tegas Bacca seperti dikutib dari Milan TV.

“Yang terjadi cuma dia menggantikan saya dan saya marah karena kami kalah dan saya ingin bertahan di lapangan untuk membantu tim. Saya harus menghargai keputusan pelatih dan semakin bekerja keras.”

“Kini semuanya terbuka, saya ngobrol dengannya dan saya merasa bersalah karena sudah marah.”

“Saya berkata kepada manajer apabila saya membuat kesalahan. Saya bicara kepada rekan setim saya dan saya bakal mengajak tim makan malam. Saya memilih untuk melakukan itu, karena kami adalah skuat yang kompak,” imbuhnya.

Dilirik Klub China, Bacca Pilih Setia di Milan

Carlos Bacca disebut-sebut menjadi bidikan klub China pada bursa transfer Januari ini. Akan tetapi penyerang asal Kolombia tersebut belum ingin meninggalkan AC Milan.

Dilaporkan oleh Tuttosport, klub-klub seperti Tianjin Quanjian, Guangzhou Evergrande, dan Beijing Guoan sedang mempertimbangkan opsi untuk menawar Bacca. Klub-klub konon siap menggelontorkan 30 juta euro untuk mendapatkan Bacca.

Agen Bacca, Sergio Barila, mengklaim kliennya memang diminati para peserta Liga Super China. Namun sayangnya Bacca masih kerasan di San Siro.

“Sejumlah klub China berminat kepada Carlos,” ucap Barila kepada calciomercato.it.

“Akan tetapi untuk saat ini dia merasa sangat bahagia di Milan dan ingin tetap. Dia datang ke Milan untuk menjadi juara dan dia mau memenangikan lebih banyak gelar setelah Supercoppa,” imbuh Barila.

“Itu adalah sebuah prestasi besar di tingkat individual dan kolektif. Memenangi satu trofi memberikan anda semangat tambahan untuk masa depan,” katanya.

Bacca sendiri direkrut dari Sevilla pada musim panas 2015 lalu. Hingga kini dia telah mencetak 26 gol dari 58 kali bertanding bersama Rossoneri.

Era Baru Milan Bersama Pemain-pemain Muda

Manuel Locatelli, Davide Calabria, dan Gianluigi Donnarumma, merupakan tiga pilar belia yang dipunya AC Milan saat ini. Ketiganya menjadi tumpuan manajer baru Il Diavolo, Vincenzo Montella, dan bisa membawa Milan kembali ke prestasi terbaik.

Semenjak merengkuh trofi juara terakhir musim 2010/2011, prestasi Rossoneri memang anjlok drastis. Merosotnya sepak terjang Milan dimulai di musim 2013/2014, yang mana cuma finis di urutan 8 klasemen Serie A.

Satu tahun berselang, Milan lagi-lagi turun dan finis di peringkat 10 klasemen. Walau sedikit membaik, musim lalu Milan juga tak mampu finis di posisi papan atas. Mereka gagal mentas di Eropa karena cua menempati urutan 7 klasemen Serie A musim 2015/2016.

Kini pelan-pelan Milan mulai bangkit dari masa kelam di lima musim terakhir. Kehadiran Vincenzo Montella sebagai allenatore baru, memberikan nafas segar untuk Carlos Bacca cs.

Di era Montella, Milan nampak lebih bergairah. Mantan bomber AS Roma dan Sampdoria ini menerapkan gaya permainan baru Milan dengan sosok para pemain muda.

“Milan mengawali musim dengan amat baik. Mereka melakukan pergantian pelatih lagi, namun perubahan itu terjadi dengan sangat baik,” ujar mantan bintang Milan, Alessandro Nesta, dikutip FourFourTwo.

Alhasil, kini Milan bisa menempati peringkat ketiga. Sampai giornata ke-12 Serie A, Milan meraih delapan kemenangan dan tiga kali kalah sedangkan satu sisanya berakhir seri.

“Berbeda dari beberapa musim sebelumnya yang lebih bertumpu pada pemain tua, sekarang ini mereka mempunyai banyak pemain muda. Mereka sangat bergantung kepada para pemain muda. Ini merupakan proyek yang bagus. Saya merasa dia (Montella) adalah sosok yang tepat,” katanya.

Milan Imbangi Fiorentina, Montella Tak Puas

Allenatore AC Milan, Vincenzo Montella, membenarkan jika timnya tampil cukup mengecewakan saat menghadapi Fiorentina. Montella menilai Milan lolos dari ujian dengan angka minimal.

I Rossoneri pulang dengan hasil seri tanpa gol dalam pertandingan di Artemio Franchi, Senin (26/9/2016) dinihari WIB. Pada laga tersebut, Milan lebih banyak diserang dan cuma menguasai bola sebanyak 38 persen saja

Sementara tuan rumah menciptakan 20 peluang bikin gol kendati hanya lima yang mengarah ke gawang. Milan membuat 12 upaya tapi hanya satu on target.

Kans terbaik La Viola terjadi pada menit ke-23 ketika mereka mendapat hadiah penalti. Tapi sayang Josip Ilicic yang maju sebagai eksekutor gagal menyelesaikan tugasnya dengan baik.

“Kami kurang keberanian di paruh pertama. Fiorentina sedikit unggul (di babak pertama), namun secara keseluruhan saya melihat pertandingan yang cukup seimbang,” ujar Montella seusai pertandingan.

“Tim kami memberi mereka ruang terlalu banyak. Kami takut, dan saya berharap lebih. Setelah turun minum, kami menciptakan lebih banyak peluang dan saya betul-betul menyukai keinginan kami untuk menang,” tambahnya.

Menurut Montella, Milan telah sukses melewati satu ujian berat di kandang Fiorentina walau dengan hasil yang tidak bisa dibilang gemilang.

“Pertandingan itu seperti ujian dan kami melewatinya dengan angka minimal. Kami harus lulus dengan nilai lebih banyak,” katanya.

Milan sekarang bercokol di posisi enam klasemen Serie A dengan raihan 10 angka dari enam pertandingan.

Trofi Coppa Italia Jadi Penyelamatan Musim AC Milan

Peluang terakhir bagi AC Milan untuk mengakhiri musim 2015/2016 dengan penuh arti. Mereka wajib menang atas Juventus pada babak final Coppa Italia.

Milan gagal menyelesaikan target yang mereka canangkan di awal musim. Setelah gagal bertarung dengan tim teratas serta melaju ke Liga Champions, kali ini mereka terancam tak dapat jatah ke Liga Europa. Pergantian manajer lagi-lagi dilakukan Rossoneri, memperpanjang tradisi mereka di beberapa musim belakangan.

Namun tim arahan Christian Brocchi memiliki satu peluang terakhir untuk menyelamatkan muka mereka musim ini. Peluang tersebut hadir di turnamen Coppa Italia, yang mana mereka akan berjumpa Juventus dalam final yang digelar Sabtu (21/5/2016) besok waktu setempat.

“Kemenangan di Coppa bakal memberi arti besar pada musim ini,” ujar Presiden Silvio Berlusconi di situs resmi klubnya.

“Anda harus mengeluarkan semua yang anda miliki, bahkan lebih dari itu. Itu bakal menjadi sebuah loncatan besar untuk Milan melangkah ke Liga Europa, yang juga akan membuat Milan memenangi gelar ke-29 dalam tiga dekade terakhir,” lanjut Berlusconi.

Kesempatan Milan memenangi Coppa Italia memang dinilai tidak sebesar Juventus. Il Diavolo tidak pernah menang atas rivalnya itu sejak November 2012. Sedangkan pada dua pertemuan musim ini, Milan pun selalu menderita kekalahan, tunduk 0-1 di Turin dan kandas 1-2 saat tampil di San Siro.

‘Goodbye’ Sinisa Mihajlovic

Rossoneri dan pelatihnya, Sinisa Mihajlovic, pada akhirnya sudah dipastikan berpisah. Manajer asal Serbia tersebut akhirnya dicopot dari posisi pelatih AC Milan.

Gosip mengenai akan dipecatnya Mihajlovic sudah terdengar semenjak awal minggu ini. Performa buruk dan menurun Milan dalam lima pertandingan terakhir menjadi penyebabnya. Milan harus menerima tiga kali kekalahan dan dua kali hasil seri. Kekalahan terakhir terjadi ketika berhadapan dengan Juventus di San Siro akhir minggu lalu. Tim asal kota Mode tersebut terpaksa harus menanggung malu dengan skor akhir 1-2. Ketika itu Pogba dari Juventus yang mencetak gol di menit ke-65 dan gol tersebut juga memastikan kemenangan Juventus hingga pluit panjang dibunyikan.

Rossoneri saat ini berada di peringkat enam klasemen Liga Italia dengan mengoleksi total 49 poin. Masih tertinggal dari Inter Milan yang berada di posisi kelima dengan selisih sembilan poin. Mereka dinyatakan gagal membuktikan ambisinya dalam membawa Milan lolos ke Liga Champions, walaupun mereka sudah berhasil mengantarkan Milan lolos ke babak final Coppa Italia untuk berhadapan dengan Juventus.

Pemecatan Mihajlovic sudah dipastikan usai ritus resmi klub yang menuliskan kabar tersebut. Selain itu, mereka juga mengungkapkan mengenai pelatih penggantinya hingga akhir musim.

“Sinisa Mihajlovic telah resmi dilepas dari jabatan pelatih AC Milan. Pihak klub juga mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Mihajlovic mengenai upaya keras dan dedikasi yang sudah dibuktikan musim ini.”

“Sementara penggantinya hingga akhir musim kami menunjuk Cristian Brocchi. Kami akan menerima Mr Brocchi dengan baik dan dengan harapan yang terbaik untuknya,” tambahnya.

Mihajlovic juga sudah mengungkapkan rasa terima kasihnya pada AC Milan. Melalui Twitter @MrMihajlovic, yang adalah akun twitter pribadinya.

“Saya mengucapkan banyak terima kasih untuk semuanya, Ini merupakan sebuah kebanggaan bagi saya yang pernah melatih Milan,” tulisnya.