Tag Archives: timnas prancis

Fakta Menarik Usai Laga Prancis vs Republik Irlandia

Prancis memetik hasil maksimal dengan mengalahkan Republik Irlandia di babak 16 besar Piala Eropa 2016. Prancis menang 2-1.

Tampil di Parc Olympique Lyonnaise, Prancis lebih dulu dibuat kaget melalui gol cepat Republik Irlandia. Saat laga baru berjalan dua menit, Robbie Brady bikin gol melalui penalti dan membawa Irlandia unggul 1-0 sampai pergantian babak.

Di interval kedua, Prancis langsung menambah intensitas serangan. Hasilnya, mereka mendulang dua gol sekaligus memastikan Les Bleus lolos ke 8 besar. Sepasang gol diborong Antoine Griezmann, masing-masing pada menit 57 dan 61.

Pada babak perempatfinal nanti, Prancis akan bertemu dengan pemenang antara laga Inggris kontra Islandia.

Beberapa fakta unik pun muncul yang bisa kita simak berikut ini:

1. Dalam 15 laga di kompetisi internasional, Prancis belum pernah kalah. Mereka mencatatkan 13 kemenangan dan dua hasil seri.

2. Robbie Brady jadi pencetak gol penalti paling cepat sepanjang sejarah EURO. Ia membukukan gol tepat pada 1 menit 28 detik.

3. 9 dari 10 gol Prancis di Piala Eropa lahir di paruh kedua.

4. Griezmann mendulang tiga gol hanya dalam saty kompetisi Piala Eropa. Menyamai torehan sebelumnya yang dipegang oleh oleh legenda Prancis, Zinedine Zidane.

5. Prancis menyudahi tren minor usai tak pernah menang di babak gugur Piala Eropa sejak 2004 lalu. Sebelumnya Prancis memenangi laga babak knock out pada tahun 2000 silam.

Benzema Ikut Cibir Keputusan Deschamps

Karim Benzema kesal karena dia tidak masuk dalam skuat Prancis untuk Piala Eropa 2016. Dirinya kemudian mencibir keras sang manajer, Didier Deschamps.

Bukan tanpa alasan penyerang Real madrid ini tidak dibawa. Federasi Sepakbola Prancis (FFF) memutuskan untuk mencoret Benzema lantaran masih dalam tahap penyelidikan terkait dugaan pemerasan terhadap rekan setimnya di timnas, Mathieu Valbuena. FFF mengaku ini adalah keputusan sulit.

Akan tetapi Benzema berpikir jika ada alasan politis di balik itu semua. Dirinya menyebut keputusan Deschamps tak memasukkannya ke dalam skuat terkait dengan asal-usulnya yang memiliki darah Aljazair.

“Dia telah tunduk pada tekanan dari kubu rasialis Prancis,” ujar Benzema kepada media yang berbasis di Madrid, Marca.

“Dia mengetahui jika di Prancis, partai ekstremis sudah mencapai babak kedua dalam dua pemilu terakhir.”

Benzema juga tidak habis pikir kenapa dirinya dicoret karena kasus hukum. Sebabnya, sejauh penyelidikan berlangsung dirinya belum dinyatakan bersalah.

“Dari segi hukum, saya belum dinyatakan bersalah. Saya tidak bersalah. Maka kita harus mennunggu bagaimana keputusan hukumnya.”

“Saya mencintai dunia ini dan gembira dengan tim,” kata Benzema.

Sebelumnya, legenda timnas Prancis, Eric Cantona, juga mengkritik Deschamps lantaran tak membawa Benzema dan Hatem Ben Arfa. Cantona merasa ini ada keterkaitan dengan asal-usul kedua pemain. Ben Arfa sendiri adalah keturunan imigran dari Tunisia.

Usai gagal bersinar di Liga Primer, Ben Arfa kembali naik daun bersama Nice di Ligue 1. Musim ini, Ben Arfa mengumpulkan 17 gol plus 6 assist dari 34 penampilan.